sport-science

RED-S: Dampak, Penyebab, Akibat, Pencegahan dan Pengobatannya

Minggu, 21 Juli 2024 | 06:10 WIB
RED-S mencakup masalah fisiologis dan psikologis yang lebih luas, yang memengaruhi atlet pria dan wanita. (thesportzplanet)

Tekanan untuk tampil maksimal dalam olahraga kompetitif dapat mendorong atlet untuk menerapkan pola makan dan latihan ekstrem yang dapat membahayakan kesehatan mereka.

Faktor psikologis seperti masalah citra tubuh, gangguan makan, dan masalah kesehatan mental juga berperan penting dalam timbulnya RED-S.

Gejala dan Konsekuensi Kesehatan Jangka Panjang
Mengenali gejala RED-S sangat penting untuk intervensi dan pengobatan dini.

Baca Juga: Sambut Pesta Olimpiade Paris, Nike Rilis Air Jordan 1 Gold Medal

Gejala umumnya meliputi kelelahan terus-menerus, penurunan performa atletik, ketidakteraturan menstruasi pada wanita, sering mengalami cedera, perubahan suasana hati, perubahan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, dan masalah pencernaan.

Dampak RED-S tidak hanya sekadar masalah kinerja jangka pendek, tetapi juga potensi konsekuensi kesehatan jangka panjang.

LEA kronis dapat menyebabkan penurunan kepadatan tulang, meningkatkan risiko osteoporosis dan patah tulang.

Baca Juga: Ilmu Olahraga Menjadikan Usia Hanya Sekadar Angka, Memberikan Umur Panjang bagi Para Bintang yang Menua

Pada atlet wanita, ketidakteraturan menstruasi yang disebabkan oleh RED-S dapat mempengaruhi kesuburan, dan amenore yang berkepanjangan dapat menyebabkan masalah reproduksi yang tidak dapat diperbaiki lagi.

Sistem kardiovaskular dapat terganggu, menyebabkan masalah seperti bradikardia dan penurunan curah jantung.

Ketegangan mental akibat RED-S dapat menyebabkan masalah psikologis yang parah, termasuk gangguan makan, depresi, dan kecemasan.

Baca Juga: Final Proliga 2024: Popsivo Polwan Rebut Podium Ketiga Usai Tundukkan Pertamina Enduro

Pada atlet remaja, RED-S dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan, menyebabkan terhambatnya pertumbuhan, tertundanya pubertas, dan berkurangnya massa tulang puncak.

Pencegahan dan Pengobatan
Mencegah dan mengobati RED-S memerlukan pendekatan multidisiplin yang melibatkan atlet, pelatih, ahli diet, dan profesional kesehatan.

Pendidikan tentang risiko dan gejala RED-S sangat penting untuk identifikasi dan intervensi dini.

Halaman:

Tags

Terkini

Latihan Sprint Untuk Petinju, Begini Anjurannya

Selasa, 7 April 2026 | 09:50 WIB