3. Angkat Beban Berat
Meskipun olahraga angkat beban ringan bisa bermanfaat, ibu hamil perlu menghindari angkat beban berat.
Tekanan yang terlalu besar pada tubuh bisa menyebabkan cedera otot dan punggung, serta meningkatkan risiko cedera perut.
Baca Juga: Liverpool Vs Chelsea: Duel Sengit dengan Kemenangan Tipis untuk Si Merah
Selain itu, angkat beban berat juga dapat memicu peningkatan tekanan darah yang berbahaya bagi ibu dan janin.
4. Olahraga Intensitas Tinggi
Latihan intensitas tinggi, seperti lari jarak jauh atau aerobik berintensitas tinggi, tidak disarankan bagi ibu hamil.
Baca Juga: Hasil Imbang Jadi Target Realistis Manchester United Saat Hadapi Brentford
Jenis olahraga ini bisa menyebabkan peningkatan detak jantung yang terlalu tinggi dan dehidrasi.
Kondisi ini dapat mempengaruhi aliran oksigen ke janin dan meningkatkan risiko komplikasi kehamilan.
5. Olahraga yang Melibatkan Posisi Telentang
Baca Juga: Sebelum Ketemu Jose Mourinho, Man United Wajib Menang atas Brentford di Liga Inggris
Setelah memasuki trimester kedua, ibu hamil sebaiknya menghindari olahraga yang melibatkan posisi telentang, seperti beberapa gerakan yoga atau Pilates.
Berbaring telentang dapat menekan pembuluh darah besar dan mengganggu aliran darah ke janin, sehingga menyebabkan masalah kesehatan.
6. Olahraga di Ketinggian
Baca Juga: Erik ten Hag Wajib Menang, Ujian Manchester United Kontra Brentford di Liga Inggris
Olahraga seperti mendaki gunung atau berlari di tempat dengan ketinggian yang tinggi dapat menyebabkan penurunan oksigen dalam tubuh.
Ibu hamil yang berolahraga di ketinggian berisiko mengalami hipoksia (kekurangan oksigen), yang dapat membahayakan janin dan memperlambat perkembangan.
Pentingnya Konsultasi dengan Dokter
Baca Juga: Adidas Luncurkan Koleksi Eksklusif Jude Bellingham, Debut di Laga Real Madrid vs Celta Vigo