Sportlinknews - Sport science (ilmu olahraga) mengacu pada studi interdisipliner tentang pemahaman elemen fisiologis, biomekanik, dan psikologis tentang performa atlet.
Dua profesi utama yang ada dalam ilmu olahraga adalah ahli biokimia olahraga dan biomekanik olahraga. Meskipun keduanya memegang posisi penting dalam pengembangan atletik, area fokus mereka bervariasi.
Apa yang Dilakukan Ahli Biokimia Olahraga?
Seorang ahli biokimia olahraga berfokus terutama pada proses biokimia yang terjadi dalam tubuh selama aktivitas fisik.
Baca Juga: Bahaya Kebanyakan Konsumsi Daging Merah bagi Kesehatan Anda
Ini melibatkan produksi dan pemanfaatan energi selama latihan, peran berbagai nutrisi dalam performa, dan penanda biokimia kelelahan dan pemulihan.
Seorang ahli biokimia olahraga meneliti bagaimana zat-zat seperti karbohidrat, lemak, protein, dan vitamin memengaruhi performa atletik.
Secara khusus, mereka menganalisis jalur metabolisme serta bagaimana berbagai suplemen atau jenis latihan memengaruhi biokimia atlet.
Baca Juga: Kebutuhan Psikologi pada Pengembangan Atlet di Tingkat Akar Rumput
Ilmu olahraga merupakan hal yang relatif baru di negara-negara seperti India dan selama bertahun-tahun, ahli biokimia olahraga telah menjadi yang terdepan dalam memberikan saran tentang pola makan serta suplemen bagi para atlet ini untuk mengoptimalkan performa serta pemulihan.
Apa yang Dilakukan Ahli Biomekanik Olahraga?
Sedangkan, ahli biomekanik dalam olahraga berfokus pada mekanika gerakan.
Pendekatan ilmiah digunakan di sini dan dapat dianggap sebagai integrasi prinsip-prinsip dari fisika dan mekanika dalam analisis gerakan tubuh dalam konteks olahraga.
Baca Juga: Bagaimana Psikologi Olahraga Dapat Meningkatkan Performa Atlet?
Dengan demikian, biomekanik mempertimbangkan parameter, antara lain, termasuk sudut sendi, postur, panjang langkah, serta gaya yang diterapkan di sepanjang tubuh.
Melalui alat-alat seperti sistem penangkapan gerak dan pelat gaya, mereka dapat mengukur dan mengevaluasi gerakan yang dilakukan atlet secara tepat, sehingga menghasilkan data yang meningkatkan teknik yang baik dan mengurangi kasus cedera, sekaligus memaksimalkan efisiensi dalam gerakan.