tenis

Janice Tjen Akhiri Penantian 22 Tahun Indonesia di Wimbledon

Selasa, 30 Juni 2026 | 23:42 WIB
Petenis Putri, Janice Tjen mencatatkan sejarah jadi petenis Indonesia pertama dalam 22 tahun yang mampu meraih kemenangan di babak utama Grand Slam Wimbledon 2026.

SportlinkNews - Nama Janice Tjen resmi masuk dalam catatan sejarah tenis Indonesia.

Petenis berusia 24 tahun itu menjadi wakil tunggal putri Indonesia pertama yang memetik kemenangan di babak utama Wimbledon setelah penantian selama 22 tahun.

Momen bersejarah tersebut tercipta usai Janice menaklukkan unggulan ke-22 asal Kanada, Leylah Fernandez, dengan skor meyakinkan 6-1, 7-6(3), Selasa, 30 Juni WIB.

Baca Juga: Presiden Tanjung Verde Siapkan Hadiah Jersei Khusus untuk Lionel Messi

Kemenangan itu sekaligus mengantarkannya melaju ke babak kedua pada penampilan perdananya di Grand Slam lapangan rumput paling bergengsi tersebut.

Keberhasilan Janice mengakhiri penantian panjang sejak Angelique Widjaja terakhir tampil di undian utama Wimbledon pada edisi 2004.

Saat itu Angelique harus memulai perjuangan dari babak kualifikasi sebelum akhirnya terhenti pada putaran pertama.

Baca Juga: Yamaha Resmi Berpisah dengan Fabio Quartararo dan Alex Rins

Janice mengaku bangga bisa kembali menghadirkan nama Indonesia di panggung Wimbledon. Namun, ia memilih tidak larut dalam euforia karena masih ingin melanjutkan langkahnya lebih jauh.

"Ya pastinya bangga ya bisa mengulang itu sekarang, dan apalagi terakhir itu 2004. Aku senang bisa melakukan itu, tetapi harus tetap fokus untuk di round berikutnya," kata Janice dikutip dari siaran Spotv.

Penampilan Janice saat menghadapi Fernandez juga menunjukkan kualitas permainan yang impresif. Petenis peringkat 42 dunia itu membukukan enam ace tanpa melakukan satu pun double fault.

Baca Juga: Juara AVC 2026, Peringkat Dunia Timnas Voli Putra Indonesia Melonjak

Ia juga mencatatkan 24 winner dengan hanya 10 unforced error serta mampu memanfaatkan tiga dari sembilan peluang break point.

Hasil tersebut sekaligus memperpanjang dominasinya atas Fernandez. Janice kini unggul 3-0 dalam rekor pertemuan melawan finalis US Open 2021 tersebut.

Di babak kedua, tantangan baru sudah menanti. Janice dijadwalkan menghadapi petenis Australia, Daria Kasatkina, yang kini menempati peringkat 65 dunia.

Baca Juga: Kecewa Jerman Kalah, Catur Pamungkas Banyak Belajar dari Gelaran Piala Dunia 2026

Menjelang laga itu, Janice mengaku akan berdiskusi dengan pelatihnya, Chris Bint, untuk menyiapkan strategi terbaik.

"Rasanya sangat senang bisa menang dan melaju ke ronde kedua. Untuk pertandingan selanjutnya memang banyak yang perlu dibicarakan dengan pelatih besok hari sebelum dan setelah latihan juga," ungkap Janice.

Kasatkina datang ke Wimbledon dengan performa yang belum stabil di musim lapangan rumput.

Baca Juga: Lewat Konsep Positive Movement, Persib Gandeng Komunitas Bike to Work untuk Perkenalkan Pemain Barunya

Setelah mencapai babak ketiga French Open, ia langsung tersingkir pada putaran pertama dalam tiga turnamen beruntun, yakni Libema Open, Nottingham Open, dan Eastbourne Open.

Sementara Janice juga sempat mengalami hasil kurang memuaskan sebelum Wimbledon. Namun, ia mampu bangkit dan menunjukkan performa terbaiknya pada Grand Slam ketiga musim ini.

Keberhasilan Janice mendapat apresiasi dari Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir. Menurutnya, kemenangan tersebut menjadi tonggak penting bagi perkembangan tenis Indonesia.

Baca Juga: Usai AVC Cup, Timnas Voli Putra Fokus Kejar Gelar SEA V League 2026

"Setelah penantian 22 tahun, Indonesia kembali mencatat sejarah di Grand Slam Wimbledon. Janice Tjen menjadi petenis tunggal putri Indonesia pertama dalam 22 tahun yang meraih kemenangan di babak utama Grand Slam Wimbledon," tulis Erick melalui akun media sosial resminya.

Ia menilai pencapaian itu membuktikan bahwa Indonesia masih mampu melahirkan petenis yang sanggup bersaing di level tertinggi.

"Sebuah langkah bersejarah, sekaligus bukti bahwa tenis Indonesia terus melahirkan talenta yang mampu bersaing di panggung dunia. Terus melangkah, Janice, seluruh masyarakat Indonesia akan selalu mendukung perjuanganmu," lanjut Erick.

Baca Juga: Tembus Limit Dunia, Tiga Atlet Muda Indonesia Lolos ke World Athletics U20 Oregon 2026

Perjuangan Janice di Wimbledon belum berakhir. Selain masih berpeluang melaju lebih jauh di nomor tunggal, ia juga akan tampil pada sektor ganda putri bersama Aldila Sutjiadi.

Pasangan Indonesia tersebut dijadwalkan menghadapi duet tuan rumah Harriet Dart/Maia Lumsden pada babak pertama, Kamis, 2 Juli mendatang. 

Tags

Terkini

Indonesia Amankan Posisi di Grup Dunia II Davis Cup

Minggu, 8 Februari 2026 | 22:20 WIB