Meskipun pelatih asal Korea Selatan ini telah membawa banyak tanda positif sejak mengambil alih tim, sepak bola tingkat atas selalu dinilai berdasarkan hasil.
Kegagalan di turnamen akan menyebabkan pengawasan ketat terhadap setiap keputusan mengenai personel, taktik, dan pemilihan pemain yang dibuat oleh pelatih Korea Selatan.
Namun, kegagalan tidak selalu berarti bencana.
Sebaliknya, jika dilihat secara positif, tersingkir di babak awal tidak selalu berarti akhir atau "bencana" bagi tim nasional Vietnam.
Baca Juga: Chelsea Didenda Rp 194 Miliar dan Larangan Transfer yang Ditangguhkan
Sepak bola Vietnam sering kali menjadi lebih matang setelah kekalahan yang menyakitkan. Piala AFF 2016 menjadi batu loncatan bagi reformasi yang mengarah pada kesuksesan di bawah pelatih Park Hang-seo.
Kekalahan di masa lalu melawan Thailand dan Indonesia juga memaksa sepak bola Vietnam untuk mengubah pola pikir dan pendekatannya dalam membangun tim.
Jika kekalahan melawan Indonesia disebabkan oleh lawan yang bermain lebih baik, memiliki personel yang lebih unggul, dan mengeksploitasi kelemahan Vietnam, itu akan menjadi pelajaran berharga.
Baca Juga: Klasemen Grup B ASEAN Championship: Thailand Lengserkan Malaysia
Pelatih Kim Sang-sik akan memiliki lebih banyak dasar untuk meninjau susunan pemain tim dan mengembangkan opsi taktik yang lebih beragam daripada hanya mengandalkan satu pendekatan.
Yang lebih penting, kegagalan di Piala AFF bukan berarti pintu bagi sepak bola Vietnam tertutup. Di depan ada kualifikasi Piala Asia, SEA Games, dan lebih jauh lagi, perjalanan menuju kualifikasi Piala Dunia berikutnya.
Yang dibutuhkan bukanlah menghindari setiap kegagalan, tetapi mengetahui bagaimana mengubah kegagalan menjadi motivasi untuk pengembangan.
Baca Juga: Kolo Muani Tiba di Turin, Juventus Siapkan Bonus Rp 199 Miliar
Namun, menurut media Vietnam tak seorang pun ingin tim kesayangannya mempelajari pelajaran itu di Piala AFF 2026.
Oleh karena itu, pertandingan melawan Timnas Indonesia akan memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar tiga poin di klasemen.
Ini akan menjadi ujian untuk melihat apakah juara bertahan benar-benar siap untuk mengatasi lawan terkuat di kawasan ini.
Artikel Terkait
Ilmu Olahraga: Apakah Mendengus dalam Tenis Menguntungkan?
ASEAN Championship 2026: Rizky Ridho Minta Timnas Indonesia Tak Terpancing Provokasi Vietnam
Kim Sang-sik: Vietnam Wajib Menang atas Indonesia
Bangkit! Timnas Voli Putri Indonesia Petik Kemenangan Perdana di SEA V Cup 2026
Susunan Pemain Vietnam vs Indonesia: Pelatih Kim Sang-sik Cadangkan Dinh Bac, Belajar dari Pelatih Park untuk Menetralisir Indonesia?