Pertandingan itu menjadi panggung bagi dua penjaga gawang, Cahya Supriadi dan Hilman Syah, yang sama-sama tampil gemilang.
Baca Juga: Operasional Spotify Camp Nou Tinggal Menunggu Pemberian Izin, Skuat Barcelona Siap Balik Kandang
Menurut laporan Lapangbola.com, Hilman mencatat enam penyelamatan krusial, sementara Cahya membuat lima save penting.
Hilman sukses menggagalkan peluang emas dari Raka Cahyana dan Anton Fase, sedangkan Cahya dua kali menghalau sundulan jarak dekat dalam situasi sepak pojok.
Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, bahkan menyebut kedua kiper sebagai pemain terbaik di laga tersebut.
“Di babak kedua kita bisa banyak sekali membuat peluang, tapi kiper PSM begitu bagus dan bisa melakukan save gemilang,” ujarnya, dilansir dari Tribun Timur.
Bagi Hilman, kesempatan masuk timnas senior mungkin terbilang terlambat mengingat usianya kini 28 tahun.
Namun, untuk Cahya Supriadi peluang itu terbuka lebar.
Baca Juga: Tekad Kuat Persija Petik Tiga Poin di Kandang Borneo FC, Rayhan Hannan: Kami Tidak Takut
Kiper muda yang menjadi andalan timnas U-23 ini sebelumnya juga tampil impresif dalam Kualifikasi Piala Asia U-23 2026, meski Garuda Muda harus tersingkir.
Performa konsisten Cahya membuat publik menunggu keputusan Kluivert: akankah ia memberikan promosi kepada penjaga gawang muda ini untuk mengisi pos krusial di timnas senior?