Seperti pada jeda internasional September lalu, federasi bisa memanfaatkan koneksi global di bawah kepemimpinan Erick Thohir untuk menghadirkan lawan dengan profil tinggi.
Baca Juga: Patrick Kluivert Kelar, Ini Besarnya Uang Pesangon Jika PSSI Memecatnya
Langkah ini diharapkan dapat menjaga ritme permainan serta konsistensi skuad.
Meski begitu, masalah terbesar tetap pada posisi pelatih kepala.
Dengan waktu yang hanya tersisa sekitar empat pekan sebelum jeda internasional, mencari pelatih permanen dalam waktu singkat tentu bukan perkara mudah.
Baca Juga: Jay Idzes Belum Nongol di Latihan Perdana Sassuolo Usai Membela Timnas Indonesia
Salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan adalah menunjuk pelatih sementara atau caretaker untuk memimpin tim dalam dua laga FIFA Matchday November.
Pendekatan serupa pernah dilakukan oleh Federasi Sepak Bola Inggris (FA) tahun lalu, ketika mereka menunjuk Lee Carsley sebagai caretaker usai Gareth Southgate mundur setelah Euro 2024.
Carsley yang kala itu merupakan pelatih tim U-21 Inggris dipercaya menangani tim senior hingga FA menuntaskan proses penunjukan pelatih baru, Thomas Tuchel, pada Januari 2025.
Baca Juga: Jelang Pertandingan PSBS Biak vs Persib, Maung Bandung Masih Dominan
PSSI bisa menerapkan langkah serupa dengan menunjuk pelatih dari level junior seperti Indra Sjafri atau Nova Arianto sebagai caretaker.
Pilihan ini dapat menjadi solusi sementara sambil menunggu keputusan soal pelatih tetap.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa federasi akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim nasional.
Baca Juga: Duel Persita vs PSIM Yogyakarta, Momentum Laskar Mataram Membalas Kekalahan dari Pendekar Cisadane
“Kita akan melakukan evaluasi dan menentukan target bagi Timnas Indonesia berikutnya untuk bisa masuk ranking 100 besar FIFA, tampil di Piala Asia 2027, serta menembus Piala Dunia 2030,” ujar Erick.