Meski demikian, Antonia menekankan bahwa Kluivert masih membutuhkan panggung pembuktian untuk menunjukkan kualitasnya sebagai pelatih.
Baca Juga: Gagal ke SEA Games, Raymond/Joaquin Justru Naik Kelas ke Malaysia Open Super 1000
Ia memahami kapasitas mantan pelatihnya itu, tetapi Kluivert menurutnya harus jeli dalam memilih klub atau tim yang akan ditangani.
Antonia mengungkapkan bahwa menerima tawaran dari klub besar seperti Ajax Amsterdam bukanlah pilihan yang bijak.
“Dia juga berasal dari budaya yang sama. Jadi itu adalah hal-hal yang membuat kami memiliki hubungan yang baik."
Baca Juga: Oxford United Menang, Ole Romeny Tunjukkan Performa Positif Usai Cedera
"Sesekali kami saling mengirim pesan singkat,” ucapnya.
Ia menambahkan, “Jujur saja, saya pikir dia memiliki kualitas yang dibutuhkan. Tapi Ajax dan budaya Belanda terlalu keras untuknya.”
Antonia melihat bahwa kepercayaan diri menjadi modal penting bagi Kluivert untuk membangun reputasinya kembali.
Baca Juga: Hasil Super League: Dewa United Redam Persita, Tendangan Penalti Alex Martins Jadi Penyelamat
Sebagai salah satu pemain legendaris Belanda, Kluivert tentu membawa nama besar.
Namun, menangani klub sekelas Ajax justru dapat menjadi bumerang, mengingat tekanan yang luar biasa baik dari internal maupun eksternal klub tersebut.
Antonia meyakini beban besar itulah yang tak cocok bagi pelatih berusia 49 tahun tersebut.
Baca Juga: Rekor Pecah! Persija Lampaui Persebaya dan Timnas dalam Jumlah Penonton Super League
Ia juga menyinggung pengalaman Kluivert saat tiba-tiba ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia.