SportlinkNews - Usai batal tampil di SEA Games 2025, PBSI memberikan 'hadiah' kepada pasangan muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin kesempatan tampil di panggung level tertinggi di turnamen BWF World Tour.
Mereka tercoret di menit akhir penentuan skuad inti SEA Games 2025 setelah PBSI memilih Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani untuk mendampingi Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana.
Padahal performa Raymond/Joaquin ini sedang gacor-gacornya di beberapa turnamen terakhir.
Baca Juga: Hasil Super League: Dewa United Redam Persita, Tendangan Penalti Alex Martins Jadi Penyelamat
Sebut saja, Korea Masters 2025 (Super 300) di mana mereka mampu menembus final dan di Australian Open 2025 (Super 500) dengan tampil menjadi juara.
PBSI menjelaskan bahwa nama Sabar/Reza memang sudah masuk dalam long list yang didaftarkan kepada Panitia SEA Games 2025 pada September lalu, sebelum Raymond/Joaquin menembus panggung final dan menjuarai turnamen level 500.
Selain itu, perubahan strategi dari Tim Review Kemenpora, yang meminta tim bulutangkis Indonesia mengirim pemain terbaiknya, mengingat dua pesaing utama Indoensia, Malaysia dan Thailand tampil dengan kekuatan penuh.
Baca Juga: Rekor Pecah! Persija Lampaui Persebaya dan Timnas dalam Jumlah Penonton Super League
Sebelumnya nama Fajar Alfian/Moh Shohibul Fikri akan dimasukan dalam tim. Namun, mereka berhalangan tampil karena agenda pernikahan dan ibadah umroh.
Belum lagi Fajar/Fikri juga akan mempersiapkan diri tampil di BWF World Tour Finals, sehingga komposisi senior pun dipersempit menjadi Sabar/Reza dan Leo/Bagas, sementara Raymond/Joaquin tetap berada di urutan berikutnya.
Namun, hilangnya peluang tampil di SEA Games justru dibayar dengan kesempatan yang jauh lebih besar.
Baca Juga: Van Gastel Puji Atmosfer Pertandingan di Laga Persija Kontra PSIM Yogyakarta
PBSI memastikan Raymond/Joaquin resmi didaftarkan ke turnamen BWF World Tour Super 1000, Malaysia Open 2026, yang digelar pada 6–11 Januari tahun depan.
Ini merupakan lompatan besar karena mereka akan jadi penampilan perdana mereka berkompetisi di level atas. Apalagi mereka juga belum pernah tampil di turnamen BWF Super 750.
Pelatih kepala ganda putra, Antonius Budi Ariantho, melihat langkah ini sebagai momentum percepatan performa Raymond/Joaquin. Menurutnya, hasil juara Super 500 membuat keduanya sudah pantas bersaing di level elite dunia.
Baca Juga: Dewa United Bakal Diuji Persita dalam Derby Banten
"Peringkat mereka sudah cukup untuk bermain di Super 750, bahkan Super 1000. Tinggal ditambah latihan dan ditingkatkan lagi," ujar Anton di Jakarta, pertengahan pekan ini di Pelatnas Cipayung.
Sementara itu, Leo/Bagas yang memang difokuskan untuk tampil di SEA Games, tidak didaftarkan ke Malaysia Open 2026. Waktu persiapan yang terlalu singkat jadi pertimbangan.
Artikel Terkait
Tim Bulutangkis Indonesia Bertolak ke All England 2025: Fajar/Rian hingga Putri KW Siap Berlaga
Tim Bulutangkis Indonesia Tiba di Birmingham, Langsung Geber Latihan untuk All England 2025
Piala Sudirman 2025: Bukan Hanya Mau Naik Podium, Tim Bulutangkis Indonesia juga Incar Dua hal
Tim Bulutangkis Indonesia Siap Tampil di Japan Open 2025, Ginting Kembali Bertempur
Hasil Review Cabor Pertimbangkan Perubahan Tim Bulutangkis Jelang SEA Games 2025 Thailand