Tidak berhenti di situ, bek berusia 25 tahun itu juga mengkritik pihak internal yang menurutnya tidak memberikan perlindungan kepada para pemain Timnas Indonesia.
Baca Juga: PSIM Yogyakarta Jalani Dua Uji Coba Lawan PSIS Semarang dan Garudayaksa FC
Ia meminta agar pihak yang memiliki wewenang berhenti menyebarkan opini yang tidak berdasar.
“Stop mengeluarkan statement yang membuat keliru di publik,” tegasnya.
Asnawi juga menilai bahwa isu lama seperti itu tidak memberikan manfaat apa pun bagi perkembangan sepak bola nasional.
Baca Juga: Susunan Pemain Indonesia vs Myanmar: Garuda Muda Turun dengan Skuad Terbaik demi Tiket Semifinal
“Lagian pertandingannya itu sudah jauh berlalu. Tidak ada gunanya dibahas lagi."
"Lebih baik membahas bagaimana Timnas Indonesia lebih berprestasi ke depannya,” ujar Asnawi menambahkan.
Isu ruang ganti yang disebut terjadi pada laga melawan China sebelumnya sempat menggemparkan publik pada akhir 2024.
Dugaan persoalan internal tersebut bahkan disebut sebagai salah satu alasan yang membuat PSSI akhirnya memutuskan kerja sama dengan Shin Tae-yong pada Januari 2025.
Pelatih asal Korea Selatan itu dianggap kehilangan kendali atas ruang ganti tim.
Namun keputusan tersebut terbukti tidak membawa hasil yang lebih baik.
Baca Juga: Update Perolehan Medali SEA Games Thailand 2025, Singapura Buntuti Indonesia
Patrick Kluivert, yang ditunjuk sebagai pengganti Shin Tae-yong, gagal membawa Timnas Indonesia melaju ke putaran final Piala Dunia 2026.