Menurutnya, hasil di lapangan tidak selalu berjalan sesuai dengan perhitungan di atas kertas.
Baca Juga: Ini Dia Bakal Calon Lawan Persib di Babak 16 Besar AFC Champions League Two
“Ya itulah sepak bola, bukan hal yang bisa dihitung secara matematis,” ujar Zainudin Amali.
“Kenyataan di lapangan bisa berbeda dengan hitungan kita,” lanjutnya.
Zainudin menegaskan bahwa PSSI sejatinya sudah memasang target maksimal untuk timnas U-22 Indonesia, sebagaimana pencapaian pada edisi sebelumnya.
Baca Juga: Aksi Unik 9 Pembalap Red Bull Menerbangkan Pesawat Layang dengan Sepeda Balap
Namun, hasil akhir tidak sesuai harapan dan harus diterima dengan lapang dada.
“Bahkan kita sudah menargetkan maksimal seperti yang lalu,” kata Zainudin.
"Tapi ada, saya kira ada satu pelajaran yang harus kita ambil dari ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Zainudin Amali menekankan bahwa langkah utama yang harus dilakukan PSSI adalah melakukan evaluasi secara objektif dan menyeluruh.
Ia menegaskan bahwa proses evaluasi tersebut tidak boleh diiringi dengan upaya saling menyalahkan antarindividu maupun kelompok tertentu.
“Yang pertama, federasi harus melakukan evaluasi terhadap hasil ini tanpa harus menyalahkan siapa pun,” tegas Zainudin Amali.
Baca Juga: Judo dan Renang Mendulang Medali Emas Terbanyak Hingga Hari ke-4 SEA Games Thailand 2025
Menurut mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu, kegagalan timnas U-22 Indonesia di SEA Games 2025 merupakan tanggung jawab bersama.