Sportlinknews - Timnas Indonesia akan menghadapi ujian penting saat menjamu Oman pada laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat, 5 Juni 2026.
Bagi skuad Garuda, pertandingan ini bukan sekadar agenda uji coba internasional, melainkan kesempatan untuk mematahkan rekor panjang yang belum pernah berhasil dilewati selama hampir empat dekade.
Sejak terakhir kali bertemu Oman pada 1988, Indonesia belum pernah mencatatkan kemenangan atas wakil Timur Tengah tersebut.
Baca Juga: Lewis Hamilton Bikin Ulah Lagi di GP Monaco, Bawa Ducati Langka ke Paddock Ferrari
Situasi itu menjadi motivasi tersendiri bagi pelatih John Herdman yang ingin menjadikan laga di Jakarta sebagai momentum lahirnya babak baru bagi tim Merah Putih.
Herdman menilai kondisi timnya kini jauh lebih siap dibandingkan awal pemusatan latihan.
Meski sempat diwarnai kendala akibat beberapa pemain terlambat bergabung karena masalah kesehatan, pelatih asal Inggris itu melihat perkembangan positif dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga: Ditaksir Barcelona dan Chelsea, Juventus Pasang Harga untuk Tebus Andrea Cambiaso
"Kami sudah melalui lima hari yang produktif. Pada awalnya memang ada sedikit hambatan, tetapi sekarang para pemain mulai menemukan ritme yang sama. Energi tim sangat baik dan semua antusias menyambut pertandingan ini," kata Herdman dalam konferensi pers di Media Center SUGBK, Kamis, 4 Juni.
Lebih dari sekadar mencari kemenangan, Herdman ingin pertandingan melawan Oman menjadi tolok ukur perkembangan Indonesia di level Asia.
Menurutnya, Garuda harus mulai membangun mental sebagai tim yang mampu bersaing dengan negara-negara kuat di kawasan.
Baca Juga: Kenang Kekalahan dari Liverpool, Jordi Alba Mengaku Mentalnya Hancur
Baginya, laga ini menjadi kesempatan untuk menguji sejauh mana perkembangan yang telah dibangun dalam beberapa bulan terakhir.
Indonesia tidak boleh hanya puas menguasai pertandingan, tetapi juga harus mampu mengubah dominasi menjadi peluang dan gol.
Evaluasi tersebut muncul setelah dua laga FIFA Matchday sebelumnya melawan Bulgaria dan St. Kitts & Nevis.
Baca Juga: Dihajar Aljazair, Ronald Koeman Semprot Lini Serang Belanda
Herdman menilai timnya masih memiliki pekerjaan rumah dalam aspek penyelesaian akhir meski mampu mengontrol jalannya pertandingan.
Ia menyoroti minimnya tembakan tepat sasaran serta kurangnya kehadiran pemain di area berbahaya lawan. Selama sepekan terakhir, fokus latihan diarahkan untuk memperbaiki detail-detail tersebut agar serangan Indonesia lebih efektif.
Sebagai bagian dari proses pembelajaran, Herdman bahkan memperlihatkan cuplikan permainan Timnas Kanada saat menghadapi Qatar kepada para pemainnya.
Baca Juga: Real Madrid Luncurkan Jersey Kandang Terbarunya untuk Musim 2026/27
Melalui contoh itu, ia ingin menunjukkan bagaimana sebuah tim bisa berkembang menjadi unit yang solid dan bergerak dalam satu irama.
Mantan pelatih Kanada tersebut mengingatkan bahwa transformasi serupa tidak terjadi dalam semalam. Kanada, kata dia, membutuhkan waktu bertahun-tahun hingga akhirnya mampu tampil kompetitif di level internasional.
Karena itu, Herdman meminta para pemain tetap percaya pada proses yang sedang dijalani. Dengan kualitas yang ada saat ini, ia optimistis Indonesia mampu menunjukkan kemajuan signifikan ketika berhadapan dengan Oman.
Baca Juga: Tampil Prima, Ini Lima Pemain dengan Menit Bermain Terbanyak di Persib
Meski demikian, Herdman tidak menutup mata terhadap kualitas calon lawan. Oman datang ke Jakarta dengan modal persiapan yang lebih panjang setelah menjalani pemusatan latihan selama tiga pekan bersama pelatih anyar mereka.
"Oman memiliki organisasi permainan yang disiplin dan siap memberikan tekanan sepanjang pertandingan. Namun, justru dari tantangan itulah saya inginkan untuk melihat karakter sesungguhnya dari para pemain," imbuhnya.
Dukungan puluhan ribu suporter di SUGBK pun diharapkan menjadi faktor pembeda. Herdman meyakini atmosfer GBK dapat memberikan suntikan energi tambahan bagi para pemain untuk mengejar target yang selama ini belum pernah tercapai.
Baca Juga: Coret Tiga Nama Besar, Keputusan Tuchel Pilih Skuad Inggris Dikritik Kyle Walker
"Ini akan menjadi tantangan besar bagi kami. Karena itu kami berharap stadion dipenuhi para pendukung. Kami membutuhkan mereka untuk membantu tim mengambil langkah berikutnya," ujarnya.