Dihajar Aljazair, Ronald Koeman Semprot Lini Serang Belanda

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Kamis, 4 Juni 2026 | 18:26 WIB
Tim asuhan Ronald Koeman kalah melawan Austria tetapi sudah lolos ke babak 16 besar Euro 2024. (François-Xavier MARIT)
Tim asuhan Ronald Koeman kalah melawan Austria tetapi sudah lolos ke babak 16 besar Euro 2024. (François-Xavier MARIT)

SportlinkNews - Tim nasional Belanda terpaksa menelan pil pahit setelah rekor impresif di panggung internasional runtuh secara tragis dalam laga uji coba terbaru. Catatan mulus tak pernah kalah De Oranje pada 10 laga terakhir harus terhenti.

Kekalahan mengejutkan ini terjadi saat Belanda menjamu Aljazair. Bermain di depan fan yang memadati De Kuip, Kamis (4/6) dini hari WIB, Belanda kalah 0-1 lewat gol tunggal yang dicetak Anis Hajd Moussa.

Secara statistik, Belanda sebenarnya tampil sangat dominan dan terus mengurung lini pertahanan tim tamu sepanjang pertandingan. Mereka mencatatkan 54 persen penguasaan bola serta melepaskan total 14 tendangan, lima di antaranya tepat sasaran.

Baca Juga: Manchester United Utus 13 Pemainnya ke Piala Dunia FIFA 2026 Ini Nomor Punggungnya

Hasil minor ini langsung memicu gelombang kekhawatiran di kalangan pendukung mengingat lawan yang dihadapi merupakan representasi kekuatan benua Afrika. Kendati berstatus laga uji coba, kekalahan Belanda di depan fan itu cukup meresahkan terlebih Aljazair adalah salah satu peserta Piala Dunia 2026.

Selepas peluit panjang berbunyi, atmosfer ruang ganti Belanda langsung memanas akibat kekecewaan mendalam pelatih Ronald Koeman. Menurut eks juru formasi Barcelona tersebut, anak asuhnya terlalu santai saat melawan Aljazair dan tidak agresif ketika bermain.

Koeman tidak bisa menyembunyikan kekesalannya kepada media karena menilai para pemain depannya sangat mubazir di depan gawang. "Saya sangat benci kalah. Anda harus menang ketika mendapatkan empat atau lima peluang besar," kata Koeman kepada NOS.

Baca Juga: Jersey Ikonik Pele di Final Piala Dunia 1958 Dihargai Fantastis

Koeman menambahkan jalannya laga akan berbeda andai barisan penyerang tampil lebih klinis sejak menit awal. "Jika Anda bisa memanfaatkan peluang-peluang itu, pertandingan seperti ini akan jauh lebih mudah."

Pelatih berusia 63 tahun itu juga menyoroti penurunan performa yang sangat drastis dari anak asuhnya setelah turun minum. "Seharusnya tidak menjadi masalah, tetapi di babak kedua kami bermain lebih buruk. Kami kurang agresif dan terlalu mudah mencetak gol."

Dalam evaluasi taktisnya, Koeman secara spesifik memberikan rapor merah kepada salah satu penyerang sayapnya yang tampil melempem. Ia juga menyayangkan peluang yang gagal dikonversi gol oleh Donyell Malen.

Baca Juga: Brasil Tak Diunggulkan di Piala Dunia 2026, Casemiro Malah Senang

Selain itu Koeman merasa heran karena pemain andalannya tersebut mendadak kehilangan sentuhan magis di dalam kotak penalti. "Dia (Malen) jelas perlu mencetak setidaknya satu gol. Biasanya dia selalu mencetak gol," imbuhnya.

Kritik pedas dari Koeman langsung direspons dengan jantan oleh Malen yang menyadari kontribusinya sangat minim dalam laga ini. Ia menyadari kegagalannya tersebut dan mengakui menyiakan peluang untuk menjebol gawang Aljazair.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: Nos Media

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tekuk Kroasia, Skuad Belgia Masih Adaptasi

Rabu, 3 Juni 2026 | 16:44 WIB
X