SportlinkNews - Timnas Putri Indonesia memulai AFF Women's Cup 2026 dengan hasil positif.
Berstatus sebagai juara bertahan, Garuda Pertiwi sukses mengamankan tiga poin setelah menundukkan Timor Leste 2-0 pada laga perdana Grup B di Stadion Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat, 10 Juli 2026.
Kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi skuad asuhan Satoru Mochizuki untuk menjaga peluang lolos ke babak berikutnya sekaligus mempertahankan status sebagai salah satu favorit juara.
Baca Juga: Jelang ASEAN Championship 2026, Herdman Matangkan Fisik dan Startegi Timnas Indonesia
Indonesia langsung menunjukkan dominasinya sejak peluit awal dibunyikan. Permainan menyerang yang diterapkan Mochizuki membuat Timor Leste lebih banyak bertahan dan kesulitan keluar dari tekanan.
Keunggulan Indonesia tercipta saat pertandingan baru berjalan lima menit. Estella Loupatty memanfaatkan keberhasilan tim merebut bola di lini tengah sebelum melepaskan tembakan kaki kiri dari depan kotak penalti.
Bola meluncur deras ke sudut gawang tanpa mampu dihentikan penjaga gawang Timor Leste, Gorette De Fatima.
Baca Juga: Jawa Timur Juara Umum Kejurnas Woodball 2026
Gol cepat membuat kepercayaan diri para pemain Indonesia semakin meningkat. Garuda Pertiwi terus mendominasi penguasaan bola dan beberapa kali memaksa lini belakang Timor Leste bekerja keras menghalau serangan.
Keunggulan kemudian bertambah menjelang pertengahan babak pertama. Situasi bola mati kembali menjadi senjata efektif Indonesia ketika sepak pojok yang mengarah ke tiang jauh gagal diamankan pemain bertahan Timor Leste.
Emily Nahon yang berdiri bebas langsung menyundul bola ke gawang untuk membawa Indonesia unggul 2-0 pada menit ke-28.
Baca Juga: Persita Rekrut Alexandre Ramalingom Penyerang Madagaskar untuk Super League 2026/27
Skor tersebut bertahan hingga turun minum setelah Timor Leste belum mampu memberikan ancaman berarti ke lini pertahanan Indonesia.
Selepas jeda, Garuda Pertiwi tidak mengendurkan intensitas permainan. Indonesia tetap mengontrol jalannya pertandingan sambil terus mencari peluang untuk menambah keunggulan.
Salah satu kesempatan emas lahir melalui Sheva Imut yang menerima umpan tarik di depan gawang. Namun, penyelesaian akhirnya belum mampu mengubah skor karena bola gagal bersarang di gawang lawan.
Baca Juga: Menuju Asian Games 2026, Timnas Basket 3x3 Asah Permainan di Challenger Batam dan Taiwan
Hingga pertandingan berakhir, Timor Leste tidak mampu mengejar ketertinggalan. Indonesia pun menutup laga dengan kemenangan 2-0 dan mengoleksi tiga poin pertama di Grup B.
Pelatih Timnas Putri Indonesia, Satoru Mochizuki, memberikan apresiasi terhadap penampilan anak asuhnya setelah meraih kemenangan atas Timor Leste.
Menurutnya, skuad Garuda Pertiwi mampu menjalankan rencana pertandingan dengan baik sekaligus menunjukkan kemampuan membaca situasi di lapangan.
Baca Juga: Kemenpora Siap Gelar Indonesia Sports Summit 2026, Perkuat Ekosistem Olahraga
Mochizuki mengaku tidak pernah merasa terbebani menjelang pertandingan tersebut. Baginya, duel melawan Timor Leste maupun laga berikutnya menghadapi Kamboja sama-sama memiliki arti penting dalam perjalanan tim di babak kualifikasi.
"Saya sama sekali tidak merasakan tekanan. Seperti yang saya katakan sebelumnya, kami akan menghadapi Timor Leste dan Kamboja di babak kualifikasi. Yang terpenting adalah para pemain mampu menilai situasi dan terus berjuang," ujarnya.
Pelatih asal Jepang itu menilai para pemain tampil sesuai harapan.
Baca Juga: Kemenpora-LPDP Buka Beasiswa S2-S3 untuk Atlet dan Insan Olahraga
Meski begitu, ia tetap mengingatkan bahwa setiap pertandingan harus dipersiapkan dengan serius karena tidak ada jaminan kemenangan sebelum laga dimulai.
Menurutnya, seluruh pemain telah bekerja keras selama masa persiapan dan menunjukkan komitmen tinggi saat pertandingan berlangsung.
Karena itu, ia tidak pernah terbebani oleh ekspektasi, melainkan lebih fokus memastikan tim berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.
Baca Juga: Persebaya Gunakan Teknologi VALD Performance untuk Mengukur Kondisi dan Performa Pemain
"Saya pikir para pemain sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memahami situasi pertandingan dan berjuang hingga akhir," tambahnya.
Lebih jauh, Mochizuki menegaskan target utamanya bukan sekadar meraih kemenangan, tetapi membentuk Timnas Putri Indonesia yang mampu beradaptasi dengan berbagai situasi di atas lapangan.
Ia ingin Garuda Pertiwi memiliki fleksibilitas dalam menjalankan strategi, sehingga mampu merespons perubahan permainan lawan tanpa kehilangan identitas permainan.
Baca Juga: Perjalanan Pedro Menuju Kemapanan Bersama Spanyol
"Saya ingin tim ini menjadi tim yang mampu beradaptasi dengan jalannya pertandingan," tegas Mochizuki.
Artikel Terkait
SEA Games 2025: Vietnam Jadi Lawan Timnas Putri Indonesia, Medali Jadi Target Utama
Prediksi Timnas Putri Indonesia Vs Vietnam: Garuda Pertiwi Dianggap Lawan Termudah
Masuk FIFA Series 2026, Timnas Putri Hadapi RD Kongo di Laga Perdana
Bangkit! Timnas Putri Indonesia Amankan Peringkat Ketiga FIFA Women’s Series 2026
Timnas Putri Indonesia Tantang Singapura dan Kamboja