SportlinkNews - Sejarah baru resmi tercipta di panggung sepak bola tanah air saat Timnas Indonesia menundukkan Oman dengan skor telak 3-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (5/6). Pertandingan uji coba internasional tersebut menjadi saksi pecahnya rekor pemain debutan paling belia sepanjang sejarah berdirinya skuad Garuda.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memberikan kesempatan berharga kepada bek muda berbakat, Mathew Baker, untuk merasakan atmosfer laga level senior. Keputusan berani tersebut langsung membuahkan catatan monumental baru dalam buku sejarah persepakbolaan nasional.
Pemain yang saat ini sedang meniti karier di Australia bersama Melbourne City tersebut mengukir penampilan pertamanya di usia 17 tahun 23 hari. Catatan super muda ini otomatis melampaui rekor striker Arkhan Kaka yang sebelumnya memegang rekor debut pada usia 17 tahun, 3 bulan, dan 7 hari.
Baca Juga: Marco Bezzecchi Kini Masuk Klub Elit Pemenang Mugello Bergabung dengan Valentino Rossi
Momen bersejarah bagi pemain serbabisa itu terjadi menjelang sepuluh menit terakhir waktu normal pertandingan babak kedua. Pemuda yang juga mengemban tugas sebagai kapten Timnas Indonesia U-17 tersebut masuk ke lapangan hijau untuk menggantikan bek Rizky Ridho, tepat pada menit ke-80.
Meski durasi penampilannya di atas lapangan terhitung singkat, Baker langsung menunjukkan kedewasaan bermain yang luar biasa di hadapan puluhan ribu suporter. Ia tampil sangat disiplin menjaga area pertahanan dan sempat melakukan aksi krusial dalam mematahkan serangan balik cepat yang dibangun oleh para pemain depan Oman.
"Dia (Baker) telah mendapatkan hak untuk bermain dan saya bangga. Ini momen yang membanggakan," ungkap pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, dalam konferensi pers usai laga.
Baca Juga: Khaldoon Al Mubarak Tegaskan Sheikh Mansour Tidak Berniat Menjual Manchester City
Arsitek taktik asal Inggris tersebut juga menegaskan bahwa publik sepak bola Indonesia saat ini sedang menyaksikan lahirnya sebuah talenta yang sangat langka. "Dia adalah pemain termuda dalam sejarah Inodnesia yang bermain di lapangan," ucapnya.
Herdman menerangkan keputusan menurunkan pemain belia ini didasarkan pada penilaian performa objektif selama masa pemusatan latihan. Ia menilai Baker memiliki kapasitas mental dan teknik yang sangat menonjol jika dibandingkan dengan pemain seusianya.
Keputusan mempromosikan Baker secara instan dari tim junior ke level senior merupakan bagian dari cetak biru jangka panjang yang diusung Herdman. Mantan pelatih Timnas Kanada tersebut sengaja melempar sang pemain ke level tertinggi agar proses adaptasi dan kematangan bertandingnya berjalan lebih agresif.
Baca Juga: Jordan Pickford Siap Maju Jadi Eksekutor Penalti Inggris
"Saya memiliki strategi besar yang selalu saya terapkan dalam kepelatihan internasional saya, untuk mempercepat perkembangan pemain muda yang menunjukkan potensi," ujarnya.
"Semakin muda mereka dapat merasakan pengalaman di tim nasional, semakin besar peluang mereka untuk naik ke level sepak bola profesioal berikutnya," ia melanjutkan.