Di kampung tempat La Paene tinggal tak ada sasana. Dia pun berlatih sendiri. Fisik dan tenaganya dilatih dengan berlari, angkat beban, dan memukul samsak. Untuk teknik, dia melihat gerakan bertinju Elly dari surat kabar.
Dia latihan di kebun. Lalu diusir dan pindah ke permakaman dekat pantai. Nah, di pantai itu ada gua yang ditinggali orang gila. Dia berlatih bareng sampai dianggap sudah jadi orang gila juga.
Baca Juga: Tiket Ludes, Media China Waspadai Atmosfer GBK untuk Laga Timnas Indonesia vs China
Demi menggapai mimpinya, La Paene memutuskan berhenti sekolah untuk merantau ke Ambon dan bergabung dengan Sasana Bara Sakti.
Di Ambon dia tinggal di pasar dan tidur di jembatan. La Paene merasakan pahit dan kerasnya kehidupan di sana.
Dasar berbakat, baru tiga bulan berlatih La Paene langsung jadi juara di kejuaraan daerah se-Maluku. Setelah jadi juara untuk kedua kali. Kemudian ditarik Pertina Maluku.
Setelah itu, karier La Paene terus menanjak. Emas Kejurnas Senior di Manado pada 1994 mengantarkan anak kelima dari enam bersaudara itu masuk pelatnas untuk SEA Games (SEAG) 1995 di Chiang Mai, Thailand.
Baca Juga: MotoGP Putaran ke-7 Memasuki Silverstone, Siapa yang Bakal Bersinar?
La Paene langsung kalah di babak pertama. Namun, tak membuatnya putus asa. Setahun berselang, La Paene langsung menunjukkan tajinya.
Dia menjadi juara kualifikasi Olimpiade 1996 di Filipina dan lolos ke Olimpiade.
La Paene mengukir tinta emas di Atlanta. Dia melaju hingga perempat final dan menjadi petinju Indonesia ketiga yang mengukirnya setelah Ferry Moniaga (Muenchen 1972) dan Albert Papilaya (Barcelona 1992).
Baca Juga: Manny Pacquiao Turun Gunung Demi Gelar WBC
“Itulah momen terbaik dalam karier saya. Saat kembali ke kampung halaman, saya seperti selebritas. Banyak orang rela datang dari jauh hanya untuk bersalaman dengan saya,” ujar La Paene.
Setelah pencapaian itu, nama La Paene semakin menjulang dan menjadi bintang tinju Indonesia. Dia mempersembahkan dua emas SEAG secara beruntun pada 1997 dan 1999 buat Merah-Putih.
La Paene lolos ke Olimpiade Sydney 2000 setelah menjuarai turnamen kualifikasi di Bangkok, Thailand. Namun, dia belum mampu menyumbang medali karena rontok di babak kedua.
Artikel Terkait
Tawuran di SEA Games Terekspos ke Seluruh Dunia dan Transformasi Spektakuler Sepak Bola Asia Tenggara
Media China Soroti 32 Pemain Timnas Indonesia yang Dipanggil Patrick Kluivert
Pemain Berdarah Argentina Segera Dinaturalisasi, Siap Bela Timnas Malaysia
Media Vietnam Kritik Mees Hilgers, Disebut Lupa Diri Setelah Gabung Timnas Indonesia
PSSI Terus Kembangkan Jaringan Coach Educator Lokal di Papua