Bangun SKO Tinju
Sadar usia tak lagi muda dan butuh tambahan penghasilan buat menghidupi keluarga, La Paene meninggalkan tinju amatir dan beralih ke profesional pada 2001.
Namun, karier La Paene di tinju pro hanya bertahan empat tahun sebelum gantung sarung tinju pada 2005. Sama seperti mantan atlet lain, La Paene juga kesulitan mendapatkan pekerjaan selepas pensiun.
Beruntung, kedekatan dengan Gubernur DKI, Sutiyoso, membuatnya mendapatkan pekerjaan di Pemda DKI.
Baca Juga: Timnas Indonesia Ditawari Bertanding Melawan Timnas Uruguay, Rangking 13 FIFA
Setelah tak lagi aktif sebagai atlet, La Paene tetap berkecimpung di tinju. Dia sempat diberikan kepercayaan mengurus sasana tinju untuk anak-anak jalanan di Monas dan Rawamangun meski hanya bertahan selama empat bulan.
“Anak Jakarta susah jadi petinju. Mentalnya tak sama dengan anak daerah karena sejak kecil mereka sudah kenal uang,” kata La Paene.
La Paene juga aktif di Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) sebagai anggota Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres).
Dia pun menyoroti prestasi tinju nasional yang kering prestasi. Potensi petinju kita menurutnya sangat besar. Namun, untuk memaksimalkan potensi itu butuh dana. Di sinilah dibutuhkan peran pemerintah.
Baca Juga: Banyak Atlet Wanita Percaya Perbedaan dalam Perkembangan Jenis Kelamin
“Program juga harus tepat sasaran. Membentuk juara itu seperti anak tangga. Kompetisi harus berjalan. Lalu, atlet diikutkan ke turnamen internasional secara bertahap, mulai dari level Asia Tenggara baru perlahan-lahan naik hingga dunia,” tutur La Paene.
La Paene terpanggil untuk mengembalikan kejayaan tinju nasional. Salah satunya lewat jalur politik.
“Saya ingin membuat perubahan. Sulit melakukannya kalau tak memiliki kewenangan. Saya ingin mengabdi untuk bangsa lewat jalur itu,” kata La Paene.
Selain bekerja di Pemda DKI, La Paene juga menjadi pernah pelatih tim Maluku Utara untuk PON 2016. Selain itu, dia berniat membangun Sekolah Khusus Olah Raga (SKO) tinju di Ragunan.
Baca Juga: Absennya Milan di Eropa Milan Tekor Rp 1,3 Triliun
“Saya sudah berbicara dengan Kemenpora, semoga bisa terealisasi. Kalau terlaksana, saya yakin hanya dalam 4-5 tahun kita sudah punya banyak bibit-bibit unggul yang siap mengharumkan nama bangsa di level internasional,” kata La Paene.
Artikel Terkait
Tawuran di SEA Games Terekspos ke Seluruh Dunia dan Transformasi Spektakuler Sepak Bola Asia Tenggara
Media China Soroti 32 Pemain Timnas Indonesia yang Dipanggil Patrick Kluivert
Pemain Berdarah Argentina Segera Dinaturalisasi, Siap Bela Timnas Malaysia
Media Vietnam Kritik Mees Hilgers, Disebut Lupa Diri Setelah Gabung Timnas Indonesia
PSSI Terus Kembangkan Jaringan Coach Educator Lokal di Papua