Mengenal Hamdani Tomagola, Peraih Emas SEA Games yang Terlupakan

Suryansyah, Sportlink News
- Minggu, 3 Agustus 2025 | 10:58 WIB
Hamdani Tomagola peraih medali emas SEA Games ke XVII tahun 1993.
Hamdani Tomagola peraih medali emas SEA Games ke XVII tahun 1993.

Tak ada yang menyangka jika Dani yang sepuluh tahun sebelumnya jadi lawan tanding Heri di gedung Ngara Lamo akan mengukir prestasi internasional.

“Saya dapat uang bonus 40 juta dan diterima oleh Presiden Soeharto di Bina Graha," ujar Dani.

Berjabat tangan langsung dengan Presiden selalu dikenang Dani sebagai sesuatu yang membanggakan. Di Ternate, sukses Dani dirayakan dengan bahagia oleh keluarga.

Rizal – bungsu dari lima bersaudara bercerita jika jaket kontingen Indonesia punya kakaknya dipakai dengan bangga kemana-mana. Dani adalah idola. Meski sering “memberontak” di rumah dan hoby tawuran di jalanan, kakaknya adalah tipikal orang yang bertanggungjawab. Ia jadi pelindung yang memberi rasa nyaman.

Baca Juga: Nasib Dele Alli di Como Kian Tak Pasti, Pensiun Jadi Pilihan

“Pernah sekali saya kehilangan dompet di daerah Blok M, Jakarta saat ikut Persiter main di Jakarta, para preman di situ berkerumun. Mereka tanya ini-itu dengan wajah sangar. Namun begitu tahu saya adiknya Hamdani, para preman itu langsung membantu hingga dompet ditemukan meski isinya sudah tak ada," cerita Rizal tentang kakaknya.

Dani masa itu memang punya nama besar. Ia disegani kawan dan lawan. Meski begitu, Ia tak pernah bersikap sombong. Dani punya banyak sekali teman.

Daftar petinju hebat itu akan bertambah panjang jika kita mengingat nama lain semisal Micho Rasyid, Martin Betawi, Hengky Wattimuri, Ibrahim Syukur, Rusdi Syukur dan Upy Pelu.

“Kita punya banyak sekali potensi yang hebat, sayang pemerintah tak terlalu peduli. Tinju bukan lagi pilihan. Banyak sasana yang tak terurus. Atlet berjuang sendirian,” keluh Dani.

Baca Juga: Bersiap Hadapi Persib, PSIM Yogyakarta Terus Mematangkan Strategi Tim Jelang Kick Off Super League 2025/26

Cerita tentang Sunan Agung Amoragam, peraih perunggu Asian Games 2018 yang sebelumnya menyumbang medali emas untuk Maluku Utara di ajang PON 2016 Jawa Barat seperti berbanding lurus dengan rasa sesal Dani.

Kisah yang sama dialami Diandra Ariesta Pieter, cewek kelahiran Ternate yang dua kali juara dan meraih medali emas SEA Games Vietnam 2021 dan Kamboja 2023 di cabang kickboxing.

Saat kembali ke daerahnya, tak ada sambutan apapun. Diandra malah terlihat sendirian naik ojeg saat akan kembali ke Jakarta.

Baca Juga: Suporter Indonesia Terancam Hukuman Penjara Berat setelah Tawuran Akibat Kekalahan dari Vietnam

Pada lanskap ini, kita patut merenung. Seberapa besar rasa hormat kita untuk mereka yang sudah berjuang untuk daerah dan negara.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X