Wladimir Klitschko Bersuara Demi Ukraina Sekuat Bertarung di Atas Ring untuk Juara

Suryansyah, Sportlink News
- Kamis, 28 Maret 2024 | 07:05 WIB
Wladimir Klitschko bersuara untuk perjuangan Ukraina di medan perang melawan Rusia. (skysport)
Wladimir Klitschko bersuara untuk perjuangan Ukraina di medan perang melawan Rusia. (skysport)

“Keluarganya, teman-temannya, saudaranya, tetangganya,” ujarnya.

“Kalau tidak, semuanya ada di media, koran, radio, TV. Memang ada, tapi ini bukan perang pertama, bukan perang terakhir di planet ini. Berita selalu hadir dengan berita buruk."

"Sesuatu yang buruk terjadi. Anda tidak punya kabar baik. Beritanya buruk. Jika Anda memiliki seseorang yang terkait, seseorang dari lingkungan Anda, seseorang yang Anda sukai, dan saya berbicara tentang saudara saya Vitali dan saya sendiri, saya dapat menjangkau pikiran para politisi, serta masyarakat, yang mendukung politik ke arah tertentu. Dan politisi sangat bergantung pada rating – rating mereka sendiri, rating partai mereka, dan ada juga konektivitas, koneksi, dan reaksi,” paparnya.

Sejak perang dimulai, hampir empat juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka, dan 6,5 juta orang menyeberang ke negara-negara tetangga. Polandia, tetangga terdekat Ukraina di barat, telah menampung lebih dari satu juta pengungsi.

Wladimir Klitschko mengatakan dia dan saudaranya sangat frustrasi karena pesan mereka tentang ancaman Rusia yang akan datang tidak diindahkan.

“Sanksi tidak berhasil, atau tidak cukup baik,” katanya.

“Urusan dengan Rusia dilanjutkan. Rusia memiliki aset keuangan yang cukup untuk melenturkan kekuatan militernya dan membangun militernya. Kami tidak didengarkan. Sayangnya, kini kami mengatakan bahwa kami tidak akan menjadi negara terakhir jika kami gagal," tandasnya.

Setelah Ukraina, dengan Rusia pada masa Vladimir Putin, katanya lagi, kita tahu dan memahami bahwa jika kita gagal, negara-negara Baltik akan menjadi yang berikutnya.

Sekarang dengan perbatasan yang lebih dekat dengan negara-negara NATO, dengan Swedia dan Finlandia, maka mereka pasti akan merebut negara-negara tersebut – Latvia, Lituania dan Estonia, Polandia, dan negara-negara lain, Rumania, Moldova, dan sebagainya – yang berada di bawah kekuasaan Rusia.

"Dan kami masih mengatakannya. Dan sayangnya, kami tidak menerima dukungan yang cukup."

Lebih lanjut dikatakan, Ukraina sedang melakukan pekerjaan itu. Mereka tidak membutuhkan tentara dari (Amerika Serikat) atau negara-negara NATO.

"Kami akan melakukannya sendiri. Berikan saja kami alatnya. Kami membutuhkan alatnya. Kami tidak membutuhkan 20 tank dan 20 pesawat – kami membutuhkan seribu tank. Sebab garis depannya lebih dari 2.000 kilometer. Begitu banyak pasukan Rusia yang dikumpulkan di garis depan," ungkap Wladimir Klitschko.

"Jadi kita perlu melawan dan mengakali mereka, karena kita tidak punya tentara sebanyak Rusia. Dan kita hanya bisa melakukannya dengan senjata yang lebih baik dan jumlah senjata yang lebih banyak.”

Halaman:

Editor: Suryansyah

Sumber: The Athletic

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X