SportlinkNews - La Paene Masara pernah merasakan segala warna. Dia tak kenal rasa takut, meski perawakannya kecil dan kurus. Akhirnya menembus perempat final cabor tinju Olimpiade Sydney.
Hitam-putih kehidupan tergantung kita mewarnainya. Kita juga bisa mengubahnya menjadi abu-abu. Tapi, roda kehidupan harus tetap berjalan. Hingga putaran roda terakhir. Kembali ke perut bumi.
La Paene Masara pernah merasakan segala warna. Putra asli Buton, Sulawesi Tenggara, ini bukan siapa-siapa. Bukan dari kalangan orang berada.
Baca Juga: Dendam Belum Tuntas, Duel Ulang Chris Eubank Jr Vs Conor Benn Digelar 27 September
Dia kenyang merasakan getirnya hidup dan kehidupan. Hingga akhirnya mengharumkan Indonesia di dunia internasional. Dia seorang pahlawan olahraga.
La Paene lahir di Buton (Baubau), 10 November 1973. Nun jauh dari kota. Kehidupan keras dilakoni sejak kecil. Dia tak kenal rasa takut. Meski perawakannya kecil dan kurus. Dia hobi berantem. Siapapun dilawan. Kecuali kedua orang tuanya.
Nyalinya sangat besar. Tekadnya segunung. Pantang menyerah. Hati menjadi kekuatannya. Hidup dan besar di jalan tak menciutkan hatinya.
Baca Juga: Over The Pitch dan Bayern Munich Luncurkan Koleksi Khusus 125 Tahun Bernuansa Retro-Elegan
Debu jalanan menjadi selimut dalam kehujanan dan kepanasan. Kelihatannya semua itu mustahil sampai semuanya berakhir.
Bermimpilah dalam hidup. Jangan hidup dalam mimpi. Begitu prinsip La Paene. Keberhasilan adalah kemampuan melewati dan mengatasi kerasnya hidup. Dia bukan tipe lelaki manja atau cengeng. Dia selalu menempa dirinya dengan semangat.
La Paene bermimpi untuk bisa seperti legendaris tinju Ellyas Pical. Dia ingin orang tuanya bangga. Pun lingkungan tempat dia tinggal.
Baca Juga: Priska Kembali Angkat Trofi Juara di Cina
La Paene berkelahi dengan waktu. Sejak duduk di Sekolah Dasar kelas 6. Dunia adu jotos ditekuni. Tanpa kenal lelah.
“Saya memilih tinju sebagai pilihan hidup setelah melihat Bang Elly (Ellyas Pical) begitu dielu-elukan warga saat pulang ke Ambon. Saya bertekad untuk menjadi seperti dia,” kata La Paene.