"Bukan hanya atlet yang menangis terharu sambil mencium tangan Ibu Ketum. Tetapi ada juga pelatih, wasit, dan hakim yang terharu dan menitikkan air mata melihat Ibu Ketum hadir di atas ring. Memberi motivasi dan membakar semangat kepada seluruh peserta, atlet muda tinju masa depan. Kami juga berharap event POPNAS ini menjadi momentum untuk meningkatkan prestasi olahraga tinju dari pelosok negeri demi Indonesia," ungkap Sri Syahril, salah satu pengurus pusat Pertina.
Aksi nyata Pertina ini membuktikan bahwa masa depan tinju Indonesia tidak terletak pada kemewahan, melainkan pada pembinaan yang tulus dan semangat juang yang pantang menyerah. Pesan penutup yang membakar semangat, "Tetap Semangat," pekik Hillary menutup acara dengan optimisme tinggi.