SportlinkNews - Kementerian Pemuda dan Olahraga Malaysia (KBS) telah meminta Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) untuk bertanggung jawab dan mendukung penyelidikan independen atas penipuan naturalisasi.
Kementerian Pemuda dan Olahraga Malaysia bekerja sama erat dengan Komite Investigasi Khusus dalam meninjau kasus penipuan naturalisasi pemain.
Hasil investigasi diharapkan dapat memandu reformasi dan langkah-langkah perbaikan di dalam Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM).
Baca Juga: Kasus Pembunuhan Gemparkan Sepak Bola: Tersangkanya Pemain Naturalisasi Malaysia
Namun, pemerintah Malaysia tidak akan secara langsung campur tangan dalam operasional asosiasi sepak bola.
Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Hannah Yeoh, menekankan bahwa meskipun akuntabilitas diperlukan, pemerintah harus berhati-hati untuk menghindari pelanggaran aturan FIFA, yang melarang campur tangan politik apa pun dalam urusan sepak bola.
Hannah Yeoh memperingatkan bahwa campur tangan apa pun dapat mengakibatkan FIFA menangguhkan keanggotaan FAM.
Jika hal ini terjadi, sepak bola Malaysia akan lumpuh di semua level. Kerugian bagi sepak bola Malaysia akan semakin besar.
“Penangguhan ini tidak hanya berdampak pada tim nasional, tetapi juga tim-tim muda, serta liga sepak bola domestik, liga sepak bola amatir, dan klub-klub domestik,” kata Hannah Yeoh.
Baca Juga: Buntut Sanksi Federasi Sepak Bola Malaysia, Suporter Juga Tuntut FIFA Harus Dihukum
Beberapa asosiasi sepak bola nasional lainnya telah menghadapi sanksi serupa dari FIFA atas campur tangan pemerintah.
Indonesia diskors selama satu tahun pada tahun 2015 setelah Kementerian Olahraga membekukan kegiatan federasi sepak bola.
Zimbabwe juga dijatuhi sanksi serupa pada tahun 2022 setelah badan yang ditunjuk pemerintah mengambil alih federasi.
Baca Juga: Rating Pemain Real Madrid Vs Liverpool: Thibaut Courtois Salah Satu dari Dua Nilai Positif
“Kasus-kasus ini menunjukkan sikap tegas FIFA dalam menegakkan Pasal 15(c), yang mewajibkan asosiasi sepak bola untuk beroperasi secara independen, bebas dari pengaruh politik atau pemerintah,” kata Hannah.
Artikel Terkait
FIFA Segera Bongkar Skandal Naturalisasi Malaysia, Bukti Baru Kuat Tak Terbantahkan
Rekap Hari Kedua Piala Dunia U-17 2025: Dominasi Asia-Eropa dan Kejutan Venezuela
Hasil Lengkap Liga Champions: Madrid dan PSG Tumbang
Juventus Ditahan Sporting, Spalletti Akui Lawan Jago Main di Ruang Sempit
Nova Kecewa Garuda Muda Kalah, Soroti Mental Pemain