Di sisi lain, Bagnaia lebih fokus memahami motornya dibandingkan mengejar catatan waktu terbaik selama uji coba.
Baca Juga: Tiga Pemain Calon Timnas Indonesia Jalani Sumpah WNI 10 Maret di Roma
"Pecco lebih banyak bekerja pada set-up motornya dan menghindari time attack dalam uji coba," jelas Capirossi.
Namun, ia juga menegaskan bahwa begitu balapan dimulai, Bagnaia tetap menjadi lawan tangguh yang bisa tampil dominan di sesi kualifikasi dan race day.
Menurut Capirossi, baik Bagnaia maupun Marquez memiliki keterampilan yang hampir setara di atas motor Ducati Desmosedici GP25.
Baca Juga: Persib Kembali ke Jalur Juara, Menang 4-1 atas Persik, Siap Hadapi Semen Padang
Oleh karena itu, faktor penentu utama dalam perebutan gelar musim ini adalah siapa yang paling sedikit melakukan kesalahan.
"Siapa pun yang melakukan kesalahan paling sedikit akan membuat perbedaan di akhir musim," ujarnya.
Ia juga tidak menutup kemungkinan adanya ketegangan di dalam tim Ducati Lenovo, mengingat kedua pembalap memiliki ambisi yang sama untuk meraih gelar juara dunia.
Baca Juga: Menang dari Borneo FC Jadi Modal Kuat Persis Solo Hadapi Bali United di Pekan ke-26 Liga 1 2024/2025
"Mungkin akan ada momen-momen ketegangan di dalam tim, tetapi saya tahu staf di Borgo Panigale sangat kompeten dalam menangani situasi semacam ini," katanya.
Sejauh ini, dominasi Ducati masih sulit dipatahkan oleh tim lain. Menurut Capirossi, para pesaing akan mengalami kesulitan untuk menembus dominasi Bagnaia dan Marquez.
Dari tim lain, baru Alex Marquez (BK8 Gresini Racing) yang mampu menempatkan dirinya di antara Bagnaia dan Marquez dalam klasemen sementara.
Baca Juga: 6 Wakil Indonesia Siap Berjuang di Babak Kedua Orleans Masters 2025
"Sulit untuk mengejar mereka... Jika salah satu dari mereka berada di belakang Anda, itu menjadi sangat sulit," ucapnya.
Artikel Terkait
Dapat Hadiah Lamborghini dari Shakira, Pria Beruntung Itu Bingung Bayar Pajak Bulanan
10 Kemenangan Tandang Terbesar di Liga Champions Sepanjang Sejarah
Tiga Tim Papan Atas Liga 1 Terus Menambah Poin Kemenangan di Pekan ke-26
Kerja Sama Liga Indonesia Baru dan LALIGA: Strategi Pengelolaan dan Pengembangan Sepak Bola
PSBS Biak vs Borneo FC: Tim Badai Pasifik Waspadai Perubahan di Tim Pesut Etam