Meski begitu, Marquez menegaskan bahwa gelar atau rekor bukanlah hal utama yang ia kejar saat ini.
Baca Juga: 45.000 Tiket Terjual untuk Pertandingan Manchester United Vs ASEAN All Star
Dalam wawancara dengan Motorsport, seperti dikutip dari Motosan, ia menyatakan bahwa pencapaiannya dalam mengatasi cedera merupakan pencapaian yang lebih bermakna.
“Rekor memang penting, tapi itu bukan segalanya. Dalam lima tahun, orang mungkin akan lupa rekor kita jika ada yang mengalahkannya,” ungkap Marquez.
“Yang lebih mendefinisikan saya adalah bagaimana saya bangkit dari masa-masa sulit, terutama setelah cedera berat.”
Baca Juga: Pemain Red Sparks Belum Bisa Move On dari Megawati, Kapten Yeum Hye seon Sampai Teriak
Marquez juga mencatat perubahan besar dalam cara berpikir dan bertindak.
Sepuluh tahun lalu, ia mengaku bersikap kompetitif dalam segala hal, bahkan dalam latihan santai sekalipun.
Kini, ia lebih memilih fokus saat berada di lintasan dan mengakui keunggulan orang lain dengan lapang dada.
Baca Juga: Karma Timnas Indonesia, Wasit Kontroversi Al Kaf Dicoret dari FIFA
“Kalau dulu, saya harus selalu menang, bahkan saat latihan informal. Tapi sekarang, saya bisa menerima jika ada yang lebih cepat atau lebih kuat,” katanya.
Meski bersaing ketat dengan Bagnaia di musim ini, Marquez menyebut tensi tersebut wajar.
Namun, ia menekankan bahwa saat ini pendekatannya sudah berubah.
Pada usia 32 tahun, ia merasa lebih mampu membedakan antara kompetisi dan kerja sama di dalam tim.
“Kami bisa berkolaborasi di garasi, lalu bersaing maksimal di lintasan. Usia mengajarkan saya banyak hal,” tutup Marquez.
Artikel Terkait
Wanita Simpanan Payet Buka Suara Kekerasan Seks: Dia monster yang Sakit
Nike Air Max 95 Liverpool Hadir pada Musim Panas 2025
Barcelona Kejar Treble, Tuntut Perubahan Jadwal La Liga
Bersinar di Tim Oseania, Penyerang Vietnam-Amerika Jadi Ancaman Timnas Indonesia di SEA Games 2025
Alasan Pelatih Kim Sang-sik Tak Panggil Supachok Masuk Skuat Super ASEAN Lawan Manchester United