"Tapi sebelum itu pun, dia sudah kehilangan banyak posisi karena melaju terlalu lambat di awal balapan."
Baca Juga: Timnas Basket Putra U16 Matangkan Persiapan Akhir Menuju FIBA U16 Asia Cup SEABA Qualifiers 2025
Menurut Pedrosa, kecepatan lambat Bagnaia saat memasuki zona pengereman pertama membuatnya mudah disalip dari berbagai sisi, hingga akhirnya tersentuh Bastianini yang datang dari sisi dalam.
“Itu hanya sentuhan kecil, tapi cukup untuk menjatuhkannya,” lanjutnya.
Selain faktor kecepatan, Pedrosa juga menyoroti keputusan strategi yang diambil Bagnaia.
Baca Juga: PSIS Semarang Resmi Degradasi, Kiper Malut United Sampaikan Harapan dan Terima Kasih
Ia menilai juara dunia dua kali itu tampak ragu dengan pilihannya saat beberapa pembalap memilih setelan ban kering setelah sesi flag-to-flag.
Keraguan ini terlihat jelas dari gestur Bagnaia yang mengangkat tangan sebelum balapan dimulai.
“Dia seperti tidak yakin dengan keputusannya sendiri."
Baca Juga: PSIS Semarang Terdegradasi dari Liga 1 2024-2025, Dua Tim Lain Menanti Nasib
"Ada momen di sighting lap ketika dia masih menggunakan ban basah, lalu mengangkat tangan seolah berkata, ‘Saya salah strategi lagi,’” kata Pedrosa.
Lebih jauh, Pedrosa juga menilai bahwa Bagnaia tidak menunjukkan tekad kuat untuk meraih hasil positif.
Kurangnya kepercayaan diri dan determinasi itu, menurutnya, menjadi salah satu penyebab kegagalan sang juara bertahan dalam mengumpulkan poin di Le Mans.
Artikel Terkait
Mengapa Olahraga Sangat Penting bagi Budaya Kita?
Gim 4 Semifinal Konferensi, Shai Gilgeous-Alexander Tersenyum Usai Thunder Sukses Revans atas Denver Nuggets
Statistik Calvin Verdonk Jadi Kapten saat NEC Gilas Ajax 3-0
Marc Marquez 80 Persen Yakin Akan Kecelakaan di Le Mans
Pacers Beri Kejutan Cleveland untuk Pastikan Keunggulan 3-1, Selangkah Lagi ke Final Wilayah Timur