SportlinkNews - Francesco Bagnaia, pembalap utama Ducati Lenovo, kembali menegaskan perubahan sikapnya menjelang seri ke-11 MotoGP 2025 di Jerman.
Sang juara dunia dua kali itu mulai menyadari pentingnya kolaborasi dan upaya maksimal, terlepas dari ketidaknyamanan yang ia rasakan pada motornya musim ini.
Musim 2025 memang tidak berjalan mulus bagi Bagnaia dan tim Ducati.
Baca Juga: Rodrygo Jadi Target Liverpool jika Luis Diaz Hengkang Musim Panas Ini
Hubungan yang sebelumnya harmonis tampak terguncang oleh perbedaan pandangan terkait performa motor.
Bagnaia kerap mengeluhkan kurangnya rasa percaya diri terhadap bagian depan motornya.
Namun, tim merasa ia belum berusaha cukup keras mengatasi situasi.
Baca Juga: PSG Tak Terkalahkan? Botafogo Buktikan Sebaliknya di Piala Dunia Klub 2025
"Pecco harus mengingat bahwa dia adalah seorang juara," ujar manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, kepada TNT Sports saat seri Qatar.
"Dia harus belajar mengendalikan masalah, bukan terjebak di dalamnya. Motornya punya potensi besar, jadi manfaatkan itu."
Ketegangan itu mulai mencair menjelang GP Belanda akhir Juni lalu.
Baca Juga: Hasil Piala Presiden 2025: Port FC Juara Grup B Kandaskan Dewa United FC
Dalam sebuah rapat internal, Bagnaia secara terbuka meminta maaf kepada tim.
Nada bicaranya pun berubah: dari keluhan terhadap motor menjadi introspeksi diri dan fokus pada kontribusi terhadap pengembangan tim.
Artikel Terkait
Suporter Real Madrid Tuntut 2 Pemain Dijual Setelah Kekalahan Mengerikan dari PSG
Tinju Bukan Tentang Kekerasan tapi Ini Alasan Disebut Sains Manis
Penampilan ke-100 Jude Bellingham untuk Real Madrid Ditandai Kekalahan Telak dari PSG
Jadi MVP, Fabian Ruiz Berpeluang Jadi Top Skor Piala Dunia Antarklub FIFA 2025
Catatan Menjelang Final Piala Dunia Antarklub 2025: Yang Datang dan Pergi Bersama Chelsea FC dan PSG