“Marc memberikan lima lap data berkualitas, sementara Bagnaia tidak ada,” ujarnya kepada TNT Sports.
Mengakui kenyataan tersebut, Bagnaia kini berusaha mengubah pendekatannya.
Baca Juga: Persija Datangkan Gelandang Bertahan Asal Brasil untuk Mengarungi Super League 2025/26
Ia belajar bahwa menyelesaikan balapan, meski tanpa kenyamanan maksimal, tetap penting demi pengumpulan data.
Marquez kembali menjadi contoh, karena tetap berusaha menyelesaikan balapan meski mengalami insiden.
“Lebih baik tetap mengendarai meski kurang nyaman, demi mengumpulkan data untuk tim,” kata Bagnaia.
Baca Juga: Rekam Jejak Pertemuan Chelsea FC vs PSG Sebelum Final Piala Dunia Antarklub Berlangsung
“Jika tim minta lima lap dan saya hanya lakukan dua, itu tidak ada gunanya. Saya ingin bekerja menuju tujuan yang bermanfaat bagi semua.”
Artikel Terkait
Suporter Real Madrid Tuntut 2 Pemain Dijual Setelah Kekalahan Mengerikan dari PSG
Tinju Bukan Tentang Kekerasan tapi Ini Alasan Disebut Sains Manis
Penampilan ke-100 Jude Bellingham untuk Real Madrid Ditandai Kekalahan Telak dari PSG
Jadi MVP, Fabian Ruiz Berpeluang Jadi Top Skor Piala Dunia Antarklub FIFA 2025
Catatan Menjelang Final Piala Dunia Antarklub 2025: Yang Datang dan Pergi Bersama Chelsea FC dan PSG