Kedua, ketika mengalami kecelakaan di Sirkuit Jerez, Spanyol.
Baca Juga: I League: Sepak Bola adalah Ruang Persatuan, Mari Jaga Rumah Kita, Kota dan Stadion Kita
Meski begitu, ia tetap mampu membawa pulang empat poin dengan finis di posisi ke-12.
Bahkan pada seri yang tidak dimenanginya, Marquez tetap mampu bersaing di papan atas.
Di MotoGP Prancis, ia merebut podium lewat kemenangan di Sprint dan finis kedua dalam balapan utama.
Baca Juga: 8 Pemain Baru, 6 Dilepas: Manuver AC Milan Jelang Penutupan Transfer 2025
Sementara di MotoGP Inggris, ia finis kedua pada Sprint dan menutup balapan utama di posisi ketiga.
Memasuki paruh kedua musim, peta persaingan bergeser.
Marquez kini lebih banyak menghadapi tantangan dari Aprilia dan KTM, terutama melalui Marco Bezzecchi serta Pedro Acosta.
Baca Juga: Inter Vs Udinese: Susunan Pemain, Martinez dan Thuram Kembali Lagi
Kendati demikian, keduanya masih terpaut cukup jauh dan belum mampu mengimbangi konsistensi Marquez.
“Normal? Bahkan dalam mimpi saya yang paling liar, ini tidak normal,” ucap Marquez sambil menegaskan bahwa mimpinya sejak lama adalah bertarung untuk menjadi yang terbaik hingga akhir musim.
Marquez menilai capaian luar biasa ini tak lepas dari kerja keras dalam mengembangkan gaya balap serta performa motor Ducati.
Baca Juga: Victor Lai Raih Medali Kejuaraan Dunia, Catatan Bersejarah untuk Bulu Tangkis Kanada
Ia menyebut peningkatan terjadi setelah tes di Aragon, di mana tim berhasil menemukan setelan motor yang lebih sesuai.
Artikel Terkait
Manuel Akanji Tolak AC Milan, Tottenham Hotspur Jadi Tujuan Utama
Sepak Bola Malaysia Bersuara Pasca Krisis, Ingin Stabilkan Tim Nasional
Liverpool Vs Arsenal: Tujuh Laga Kunci Jelang Pertemuan Akbar Liga Primer Inggris
Syahroni Diserbu Netizen, Dikira Ahmad Sahroni Anggota DPR RI
Fiorentina Tawarkan Gelandang Real Madrid Setelah Juventus Mendekat