Dominasi Aprilia di Awal Musim 2026 Paksa Marc Marquez Putar Otak

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Senin, 30 Maret 2026 | 20:42 WIB
Pembalap Ducati Marc Marquez pimpin waktu tercepat di Tes Sepang, (3/2/2026) (@ducaticorse)
Pembalap Ducati Marc Marquez pimpin waktu tercepat di Tes Sepang, (3/2/2026) (@ducaticorse)

SportlinkNews - Peta persaingan MotoGP 2026 mengalami pergeseran drastis pada awal musim ini. Dominasi Ducati yang biasanya tak tergoyahkan kini mulai mendapat tantangan serius dari Aprilia dan KTM.

Hingga seri ketiga musim ini, pembalap Ducati sekaligus juara bertahan Marc Marquez tercatat belum sekalipun berhasil menapakkan kaki di podium balapan utama. Setelah gagal finis pada seri pembuka di Tailan, ia hanya mampu mengamankan posisi keempat dan kelima masing-masing di GP Brasil dan Amerika Serikat.

Meski performanya di sesi Sprint Race tergolong kompetitif dengan raihan podium kedua di Tailan dan kemenangan di Brasil, perolehan poin tersebut dinilai belum cukup kuat untuk menempatkannya di jalur perburuan gelar juara dunia musim ini.

Baca Juga: FIFA Series 2026: Saint Kitts and Nevis Raih Peringkat Ketiga Usai Kalahkan Solomon 4-2

Dominasi justru ditunjukkan oleh duo Aprilia yang tampil sangat perkasa. Marco Bezzecchi sukses menyapu bersih kemenangan di setiap balapan utama dan memimpin klasemen sementara dengan koleksi 81 poin, ditempel ketat oleh rekan setimnya, Jorge Martin, yang mengantongi 77 poin.

Selain Aprilia, tantangan nyata juga datang dari tim KTM melalui aksi impresif pembalap muda, Pedro Acosta. Menanggapi situasi ini, Marquez menegaskan kendala yang dihadapi Ducati bukan disebabkan oleh penurunan kualitas pengembangan motor Desmosedici GP26.

"Menurut saya, kami tak lebih buruk dari tahun lalu. Tapi tim-tim lainnya yang lebih baik dari tahun lalu," kata Marquez sebagaimana dikutip dari situs resmi MotoGP.

Baca Juga: PBSI Raih Penghargaan Badminton Asia 2026

Menurut Marquez, peningkatan signifikan tim lawan, terutama Aprilia, menjadi variabel utama yang membuat Ducati terlihat kesulitan di barisan depan. Faktor performa pembalap juga diakuinya menjadi pembeda yang sangat besar pada awal musim 2026 ini.

"Jadi kami butuh menemukan jalan untuk melangkah maju. Ini bukan cuma perkara pabrikannya melainkan juga pebalapnya, Bezzecchi, Martin, tapi khususnya Bezzecchi ya. Mereka dalam performa yang sangat bagus," lanjut sang juara dunia.

The Baby Alien juga menyoroti aspek psikologis dan teknis terkait kenyamanan di atas motor. Menurutnya, rasa percaya diri terhadap kendaraan sangat memengaruhi output kecepatan yang bisa dihasilkan oleh seorang pembalap di lintasan.

Baca Juga: Kevin Diks Puji Jordi Amat dan Elkan Baggott, Timnas Mampu Adaptasi Cepat di Bawah Sistem Baru Herdman

"Saya tahu ada sebuah konsekuensi. Kalau Anda merasa nyaman dengan motornya, Anda bisa memberi upaya lebih, lalu Anda mulai melaju lebih baik dan lebih cepat," ungkap pembalap bernomor motor 93 tersebut.

Lebih lanjut, Marquez menunjukkan sikap mawas diri dengan menyatakan dirinya pun perlu meningkatkan performa individu untuk membantu pengembangan motor Ducati. Ia merasa masih ada potensi maksimal yang belum ia keluarkan sepenuhnya.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: MotoGP

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X