SportlinkNews - Pembalap tim pabrikan KTM, Pedro Acosta, melayangkan pujian berkelas atas keberhasilan sensasional seniornya, Marc Marquez, dalam merengkuh takhta tertinggi musim lalu. Sosok asal Spanyol tersebut menyatakan impian besarnya untuk bisa menyamai setidaknya separuh dari kegemilangan karier sang juara dunia.
Marquez sukses mengunci gelar dunia MotoGP 2025 lewat performa yang sangat dominan dan konsisten di sepanjang kalender balap. Keberhasilan penunggang motor Ducati tersebut sekaligus menandai raihan gelar juara dunia kesembilan di sepanjang karier profesionalnya.
Prestasi prestisius tersebut terasa sangat emosional karena menjadi gelar pertama bagi Marquez setelah sempat berpuasa selama enam tahun lamanya. The Baby Alien harus melewati periode kelam akibat cedera parah serta berbagai kesulitan teknis.
Baca Juga: Haaland Bersinar di Debut Piala Dunia, Norwegia Hajar Irak 4-1
Kembalinya Marquez ke puncak performa dinilai kian mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pembalap terhebat dalam sejarah kejuaraan dunia MotoGP. Bagi Acosta, aspek mentalitas untuk bangkit dari keterpurukan jauh lebih mengagumkan ketimbang deretan statistik trofi yang dimiliki sang senior.
Tantangan yang dihadapi Marquez pada musim lalu juga dinilai jauh lebih berat karena faktor dinamika kompetisi yang telah berubah drastis. Ia diharuskan bertarung habis-habisan di atas lintasan pacu melawan jajaran pembalap muda yang memiliki kondisi fisik lebih bugar.
"Menurutku, apa yang membuat Marc jadi salah satu rider terhebat bukan soal seberapa banyak yang sudah dia capai, melainkan apa yang membuat dia comeback," kata Acosta dikutip dari Marca.
Baca Juga: Terungkap Selebrasi Baru Mbappe Usai Merobek Gawang Senegal
Acosta menilai dedikasi tinggi yang ditunjukkan oleh Marquez merupakan teladan nyata yang sangat langka di dunia olahraga modern saat ini. Kehadiran para pembalap berbakat generasi baru terbukti tidak menyiutkan nyali sang juara bertahan untuk kembali merebut takhta tertingginya.
"Ketika Anda memiliki gelar juara dan Anda kehilangannya, Anda harus paham bahwa banyak pemain muda yang datang, ada (Fabio) Quartararo, (Francesco) Bagnaia di performa terbaiknya, (Jorge) Martin..." ucapnya.
Nama-nama beken seperti Francesco Bagnaia dan Jorge Martin diakui sebagai rival yang sangat sulit ditaklukkan karena tengah berada di puncak keemasan. Namun, Marquez terbukti mampu menjungkirbalikkan prediksi banyak pihak lewat adaptasi instan yang sangat memukau di atas motor barunya.
Baca Juga: Messi Secara Resmi Memegang Rekor Piala Dunia, 16 Jam Lebih Cepat dari Ronaldo
"Mereka semua itu pebalap-pebalap berbakat. Dan Anda datang dari tahun-tahun yang sangat sulit untuk merebut kembali apa yang jadi milik Anda, bisa dibilang begitu. Itu adalah sesuatu yang membuat Anda merasa salut dan bilang: 'Bung, enggak ada yang lebih pantas mendapatkannya selain kamu,'" ujarnya..
Sikap suportif yang ditunjukkan Acosta ini langsung mendapat respons positif dari komunitas pencinta balap motor di seluruh penjuru dunia. Ia menilai sportivitas tinggi mengharuskan seorang pembalap untuk mengakui kehebatan rival yang memang tampil lebih superior di lintasan.
Artikel Terkait
MotoGP: Pedro Acosta Curi Momentum di Awal Musim, Puji Kerja Teknisi KTM
Pembalap KTM Pedro Acosta Akui Kemampuan Belok Aprilia Sangat Luar Biasa
Pedro Acosta Catat Hasil Menyenangkan Bagi KTM di GP Catalunya
Pedro Acosta Tercepat di Tes MotoGP Barcelona, Jorge Martin Alami Kecelakaan
MotoGP Hungaria: Aprilia Apes! Marc Marquez Sabet Kemenangan ke-100 Kalahkan Pedro Acosta