SportlinkNews - Fabio Quartararo, bakal memulai babak baru dalam karier balap profesionalnya pada musim mendatang. Juara dunia MotoGP 2021 tersebut resmi menyepakati kepindahan ke pabrikan Honda untuk memperkuat tim utama.
Dalam kesepakatan anyar tersebut, Quartararo setuju menandatangani kontrak berdurasi dua tahun hingga akhir musim 2028. Keputusan ini sekaligus mengakhiri kerja sama panjang pembalap Prancis tersebut dengan Yamaha yang telah terjalin selama delapan tahun.
"Perusahaan Balap Honda (HRC) dengan gembira mengumumkan perekrutan Fabio Quartararo untuk musim MotoGP 2027 dan 2028. Quartararo akan balapan untuk tim pabrikan Honda saat era 850cc MotoGP dimulai pada tahun 2027," demikian keterangan di laman resmi HRC.
Baca Juga: Jhon Duran Bergabung dengan Benfica, Jadi Klub Ketujuh dalam Kariernya
Langkah perekrutan ini diproyeksikan menjadi pilar utama Honda dalam menyambut regulasi baru mesin 850cc yang mulai diterapkan pada 2027. Otoritas pabrikan Jepang tersebut optimistis pengalaman Quartararo dapat mempercepat pengembangan motor balap mereka.
Kendati telah mengamankan tanda tangan Quartararo, pihak Honda sejauh ini belum menentukan sosok rekan satu garasi untuk musim depan. Opsi pendamping dikabarkan menyisit pada dua nama pembalap Moto2, yakni David Alonso atau Diogo Moreira.
Di sisi lain, komposisi lini pembalap Honda saat ini dipastikan mengalami perombakan total pada akhir musim. Joan Mir dilaporkan telah merampungkan kontrak bersama tim Gresini, sementara Luca Marini tengah intensif bernegosiasi dengan Tech3.
Baca Juga: Data dan Fakta Menarik di Balik Kemenangan Spanyol di Piala Dunia 2026
Menatap sisa kompetisi musim 2026, Quartararo saat ini masih harus berjuang keras di papan tengah klasemen sementara. Ia tertahan di posisi ke-14 dengan koleksi 55 poin.
Quartararo kini bersiap melakoni 11 seri sisa musim ini sebagai penampilan penutupnya di atas motor Yamaha M1. Fokus utamanya tetap tertuju pada pemaksimalan potensi kendaraan hingga seri pamungkas digelar.
"Seperti yang sudah kukatakan, di dalam bab baruku nanti pastinya akan ada momen-momen yang sulit, tapi inilah mengapa aku ingin mendesak sampai akhir [di Yamaha] karena kurasa aku masih punya banyak hal untuk dipelajari," kata Quartararo usai finis ke-10 di balapan grand prix MotoGP Jerman.
Baca Juga: Rudi Garcia Akhiri Tugasnya sebagai Pelatih Timnas Belgia
Pembalap berusia 27 tahun tersebut menegaskan komitmen profesionalnya untuk terus memberikan performa terbaik bagi tim lamanya. Sikap pantang menyerah tetap menjadi prioritas utama sepanjang paruh kedua musim kompetisi.
"Akan sama di paruh kedua musim. Aku enggak mengharapkan [hasil] yang lebih baik di paruh kedua musim, melainkan sekadar berupaya sampai waktunya kami bisa memaksimalkan hasil kami seperti akhir pekan ini, kurasa itu sangat bagus," ucapnya.
Artikel Terkait
Fabio Quartararo Manfaatkan Layout Sirkuit yang Bawa Keuntungan Bagi Motor Yamaha YZR M1 V4
Fabio Quartararo Frustasi, Mulai Menjauh dari Pengembangan Motor V4 Yamaha
Sistem Radio Helm MotoGP Kembali Diuji, Fabio Quartararo Sebut Versi Barunya Masih Perlu Diperbaiki
Uji Sayap Depan Yamaha di Catalunya, Fabio Quartararo Akui Tidak Ada yang Istimewa
Yamaha Resmi Berpisah dengan Fabio Quartararo dan Alex Rins