SportlinkNews - Ajang MotoGP Belanda 2026 yang baru saja bergulir di Sirkuit TT Assen menyisakan evaluasi mendalam mengenai standar keselamatan bagi para penbalap. Sorotan tajam kini mengarah langsung pada kondisi infrastruktur lintasan setelah rangkaian insiden kecelakaan hebat mewarnai sepanjang balapan akhir pekan kemarin.
Melihat risiko fatal yang membayangi para kompetitor, pembalap andalan Ducati Lenovo, Marc Marquez, langsung melayangkan tuntutan keras kepada pihak pengelola sirkuit. Juara dunia delapan kali tersebut mendesak adanya pembenahan mendasar pada desain area run-off demi mencegah dampak fatal saat pembalap terjatuh.
Kekhawatiran Marquez memang beralasan kuat mengingat ketatnya persaingan di lintasan legendaris tersebut kerap memaksa para pembalap memacu motor hingga batas maksimal. Namun, di balik tontonan aksi saling salip yang menghibur penonton, aspek mitigasi cedera di Assen dinilai masih sangat mengkhawatirkan.
Baca Juga: Sepak Bola Korea Selatan dan Gempa Bumi Piala Dunia 2026
Insiden paling mengerikan pada seri kali ini menimpa pembalap muda, Fermin Aldeguer, yang mengalami kecelakaan fatal saat menjalani sesi latihan. Akibat benturan keras di area pembatas, Aldeguer didiagnosis menderita patah tulang belakang hingga divonis harus menyudahi musim balap lebih awal.
Mimpi buruk di lintasan Assen tidak berhenti di situ setelah Marco Bezzecchi juga menjadi korban berikutnya pada balapan utama. Pembalap Aprilia Racing tersebut mengalami kecelakaan hebat pada lap kedua hingga harus dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans.
Beruntung, tim dokter yang melakukan pemeriksaan menyeluruh memastikan Bezzecchi tidak mengalami cedera struktural yang mengancam kariernya. Kendati demikian, kesamaan pola jatuhnya Aldeguer dan Bezzecchi yang terguling berulang kali di atas hamparan kerikil menjadi bukti adanya masalah.
Baca Juga: Statistik Menakjubkan dari Babak Penyisihan Grup Piala Dunia 2026
Karakter sirkuit yang cepat dan menuntut fisik prima ini bahkan sempat membuat Marquez sendiri mencicipi kerasnya aspal pada sesi latihan bebas pertama (FP1). Pembalap asal Spanyol itu sejak awal memang mengidentifikasi balapan di Belanda ini sebagai misi bertahan hidup akibat keterbatasan kondisi fisiknya.
Evaluasi kritis kemudian disampaikan Marquez setelah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian balapan dengan selamat. Ia menegaskan keindahan tata letak trek Assen tidak boleh mengorbankan keselamatan nyawa para pebalap yang bertaruh di atasnya.
"Assen adalah sirkuit yang sangat bagus," kata Marquez seperti dilansir Autosport.
Baca Juga: Prediksi Brasil vs Jepang: Selecao Belum Bisa Pastikan Pemain Bintang Ini
Marquez juga mengingatkan komisi keselamatan teguran serupa sebenarnya sudah pernah disuarakan pada musim kompetisi sebelumnya namun belum mendapat respons konkret. Baginya, efek lontaran yang dialami para pembalap saat memasuki area luar lintasan merupakan tanda bahaya yang nyata.
"Saya sudah mengatakannya tahun lalu dan saya akan mengatakannya lagi tahun ini. Mereka harus melakukan sesuatu terhadap area run-off karena setiap pebalap yang masuk ke gravel dengan kecepatan tinggi akan terpental," ucapnya.