SportlinkNews - Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, harus puas menyelesaikan balapan utama MotoGP Inggris 2026 di urutan ketujuh. Hasil mengecewakan di Sirkuit Silverstone tersebut diakui memang sudah diperkirakan sejak awal sebelum balapan dimulai.
Dalam persaingan yang berlangsung pada Minggu (9/8) malam WIB, pria asal Spanyol tersebut gagal memberikan tekanan berarti kepada jajaran pembalap terdepan. Sempat melesat ke posisi keempat pada lap pembuka, Marquez perlahan kehilangan ritme hingga akhirnya menyentuh garis finis berjarak 9,6 detik dari sang pemenang, Raul Fernandez.
"Motornya bekerja dengan baik, bannya juga. Hanya saja hari ini saya tidak bisa menemukan cara agar lebih baik dan posisi ketujuh adalah hal yang di atas kertas sudah kami duga," kata Marquez seperti dilansir Crash.
Baca Juga: adidas dan Trinity Rodman Meluncurkan F50 Sparkfusion Edisi Khusus Terbaru
"Kalau hasil optimistis lima besar, tapi kami tidak bisa mengelolanya dengan sebaik mungkin dan kami finis ketujuh," Marquez menambahkan.
Tambahan poin dari Silverstone membuat jarak poin Marquez di papan klasemen sementara kini makin melebar dari puncak. Sempat menempel ketat Jorge Martin dengan selisih 18 poin berkat kemenangan ganda di Sachsenring, ia kini tertinggal hingga 40 poin.
"Ambisi saya masih sama. Cara saya mendekati balapan di akhir pekan masih sama. Tapi selalu realistis dan tidak buru-buru," ucapnya.
Baca Juga: Xabi Alonso Terpaksa Menarik Austin MacPhee Menjauh dari Pertengkaran Sengit
"Kemarin saya punya masalah besar dengan ban yang tidak berhasil saya jaga dengan baik. Saya finis kesembilan. Hari ini saya merasa mustahil bersaing dengan yang lain. Saya tidak melakukan perlawanan. Jadi begitulah adanya," ia melanjutkan.
Pertimbangan keselamatan dan pengalaman masa lalu menjadi dasar keputusannya untuk tidak memaksakan diri melampaui batas batas aman di lintasan. Marquez lebih memilih bermain aman dibandingkan mengalami kecelakaan.
"Saya sudah cukup berjuang selama karier saya. Saya akan melawan ketika saya merasa sehat. Tapi kalau tidak, saya ingin bertahan di atas motor," ungkapnya.
Baca Juga: Rumor Transfer: Barcelona Tingkatkan Upaya Rekrut Rodri dari Man City
Sikap realistis yang ditunjukkan Marquez menggambarkan kedewasaannya dalam mengelola risiko di atas lintasan. Keputusan untuk tidak memaksakan gaya balap agresif diambil demi menghindari insiden cedera yang dapat merugikan sisa musim kompetisi.
Hasil di Silverstone sekaligus menjadi bahan evaluasi mendalam bagi tim teknis Ducati dalam menyempurnakan setelan motor pada seri mendatang. Karakter sirkuit yang cepat dan mengalir terbukti masih menjadi tantangan tersendiri bagi keseimbangan motor Marquez.
Artikel Terkait
Marc Marquez Tampil Dominan di GP Jerman, Buntuti Jorge Martin dan Ai Ogura di Klasemen Pembalap
Jadi Penguasa di Sirkuit Sachsenring, Marc Marquez Samai Rekor Legenda Giacomo Agostini
Jorge Lorenzo Akui Marc Marquez Kini Lebih Cerdas dan Kuat Mental
Aerodinamika Bikin MotoGP Seperti Robot, Marc Marquez Rindu Era 2014
Marc Marquez Mengakui Kesulitan di GP Inggris: Saya Tidak Akan Memaksakan Diri