Deloitte menilai hal ini terjadi akibat tidak semua klub tampil di kompetisi Eropa, yang berdampak pada semua sumber pemasukan utama.
Baca Juga: Kombinasi Pelatnas dan Klub, Tim Muda Indonesia Siap Berlaga di Asia Junior 2025
Pendapatan hari pertandingan klub Premier League juga naik 5 persen dan untuk pertama kalinya menembus angka 900 juta poundsterling.
Pendapatan siaran meningkat 2 persen menjadi 3,3 miliar poundsterling, menjelang berakhirnya kontrak hak siar sebelumnya.
Liga Inggris juga mencatat laba operasional gabungan tertinggi sejak musim 2018-2019, yaitu lebih dari 500 juta poundsterling, tumbuh 36 persen.
Baca Juga: Vietnam Dikritik karena Tertinggal dari Timnas Indonesia dan Malaysia di Sepak Bola
Deloitte menyebut peningkatan ini sebagai hasil dari penerapan aturan Profit & Sustainability Rules (PSR) yang mendorong keseimbangan antara pengeluaran dan pemasukan klub.
Sementara itu, La Liga mencatat pendapatan 3,8 miliar euro, dengan Real Madrid dan Barcelona menyumbang hampir setengah dari total tersebut.
Bundesliga juga menghasilkan angka yang sama, namun turun 1 persen dari musim lalu.
Baca Juga: Matangkan Persiapan Piala Presiden 2025, Tim OC Melakukan Inspeksi Langsung ke Si Jalak Harupat
Serie A mengalami kenaikan 2 persen menjadi 2,9 miliar euro, terutama karena meningkatnya investasi komersial oleh pemilik asal Amerika Utara.
Adapun Ligue 1 meraih pendapatan 2,6 miliar euro, naik 7 persen meski jumlah pesertanya berkurang dari 20 menjadi 18 klub.
Suntikan dana sebesar 1,5 miliar euro dari CVC Capital Partners turut berkontribusi terhadap catatan keuangan klub-klub di Prancis.
Artikel Terkait
Gattuso Menjadi Pelatih Italia ke-23 Sepanjang Sejarah, ke-15 dalam 50 Tahun
KONI Depok Apresiasi Tiga Atlet Hapkido Peraih Medali Emas SEAHU Championship 2025
Cole Palmer Bergaya dengan Jam Tangan Richard Mille Seharga Rp 4,3 Miliar
Dion Markx dan Tim Geypens Tak Dipanggil Timnas U-23 Indonesia, Ini Penjelasannya
Dua Pemain Persib Tak Masuk Skuad Timnas U-23 Indonesia untuk ASEAN Cup U-23 2025