Tiga hari setelah pengumuman tersebut, Armstrong menyingkap kesepakatan kedua dengan perusahaan fintech asal Inggris, Sokin.
Perjanjian multi-tahun ini menjadikan Sokin sebagai mitra resmi solusi pembayaran bisnis global Manchester United.
Baca Juga: Peraturan Liga Primer Inggris Berubah, Begini Dampak pada Setiap Klub
Sokin akan menyediakan platform pembayaran internasional untuk meningkatkan efisiensi operasional klub.
Armstrong menilai, pendekatan inovatif Sokin sejalan dengan komitmen MU menghadirkan layanan dan pengalaman terbaik bagi penggemar serta mitra di seluruh dunia.
Sementara Coca‑Cola menekankan pengalaman penggemar, kerja sama dengan Sokin lebih fokus pada sisi operasional dan finansial.
Baca Juga: Selamat Jalan IGK Manila, Manajer Medali Emas Timnas Indonesia
Langkah serupa sebelumnya juga dilakukan klub-klub besar Eropa, seperti Arsenal dan Manchester City.
Kabar mengenai mitra ketiga terus menjadi spekulasi.
United berharap mengumumkannya sebelum pembukaan Premier League musim ini.
Baca Juga: Info Undian Awake NY x Air Jordan 5 yang Disetujui Michael Jordan
Nama Apple sempat muncul dalam perbincangan, bersanding dengan Coca‑Cola.
Meski sebelumnya muncul rumor takeover, kemungkinan benturan dengan sponsor utama Qualcomm dinilai kecil, karena klausul eksklusivitas biasanya hanya berlaku pada kategori tertentu.
Di luar lapangan, United mencoba memperbaiki citra setelah musim lalu berakhir kelam.
Baca Juga: Franco Mastantuono Dicap Belum Matang untuk Real Madrid
Artikel Terkait
Taklukkan Manchester United, Calafiori Bereaksi Usai Cetak Gol Tunggal
Liverpool Tetapkan Harga Ibrahima Konate Jika Real Madrid Berminat
Media Korea Soroti Rekam Jejak Megawati Menuju Liga Turki
Mantan Pacar Cole Palmer, Connie Grace, Tampil Memukau dalam Gaun Perak Berpotongan Rendah
Reaksi Pelatih Ruben Amorim saat Man Utd Kalah dari Arsenal