Bahrain Mengambil Kendali Penuh atas Brand Supercar McLaren

Suryansyah, Sportlink News
- Minggu, 31 Maret 2024 | 08:05 WIB
Dana Bahrain, Mumtalakat, sudah menjadi pemegang saham terbesar McLaren. (bbc)
Dana Bahrain, Mumtalakat, sudah menjadi pemegang saham terbesar McLaren. (bbc)

SportlinkNews - Dana kekayaan negara Bahrain telah mengambil kepemilikan penuh atas Grup McLaren, yang memproduksi mobil sport kelas atas dan memiliki saham mayoritas di tim McLaren F1.

Dana Bahrain, Mumtalakat, sudah menjadi pemegang saham terbesar McLaren.

Kesepakatan tersebut terjadi setelah periode ketidakpastian finansial mendalam bagi perusahaan Inggris tersebut, yang telah mengalami kerugian besar.

Baca Juga: 10 Ide Bisnis Terbaik untuk Atlet dan Pecinta Olahraga

McLaren memujinya sebagai tonggak penting.

Perusahaan tersebut kini diketahui sedang menjajaki kemitraan teknis dengan bisnis lain, untuk membantunya mengembangkan teknologi kendaraan listrik.

“Kami senang dengan komitmen berkelanjutan Mumtalakat terhadap McLaren melalui kesepakatan ini,” kata ketua eksekutif McLaren Group Paul Walsh dalam sebuah pernyataan.

“Hal ini akan semakin memungkinkan kami untuk fokus dalam mewujudkan rencana bisnis jangka panjang kami, termasuk investasi pada produk dan teknologi baru, sambil terus menjajaki potensi kemitraan teknis dengan mitra industri.”

Grup McLaren berkantor pusat di kota Woking, Surrey.

Perusahaan ini memiliki McLaren Automotive, yang selama 14 tahun terakhir telah menjadi pemain utama di pasar mobil sport bergengsi.

Produknya bersaing dengan model seperti Ferrari dan Porsche.

Grup ini juga memiliki saham mayoritas di McLaren Racing, yang memiliki tim McLaren Formula 1, dan juga berkompetisi di seri IndyCar AS, serta seri listrik Formula E dan Extreme E.

Bisnis ini berada di bawah tekanan finansial sejak pandemi Covid, yang awalnya memaksa mereka menghentikan produksi mobil, dan juga menyebabkan pembatalan aktivitas balap di seluruh dunia.

Perusahaan ini mengalami restrukturisasi besar-besaran pada tahun 2020, yang mencakup hilangnya lebih dari 1.000 pekerjaan.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Sumber: BBC

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jude Bellingham Beralih ke Kriket

Rabu, 22 April 2026 | 10:20 WIB

Jelang Piala Dunia 2026, David Beckham Makin Cuan

Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:53 WIB

Liverpool Raih Pendapatan Lebih dari Rp15,8 Triliun

Sabtu, 28 Februari 2026 | 07:24 WIB

Ronaldo Menjadi Pemilik Bisnis seperti Beckham

Jumat, 27 Februari 2026 | 08:40 WIB
X