Dampak Buruk Konten Ilegal Tayangan Sepak Bola Spanyol Bikin Rugi Hingga Rp11,7 Triliun

Andi Wahyudi, Sportlink News
- Minggu, 1 Desember 2024 | 13:45 WIB
Nobar LaLiga di London (LaLiga)
Nobar LaLiga di London (LaLiga)

SportlinkNews - Konten bajakan dalam tayangan olahraga khususnya sepak bola menjadi isu yang sangat sensitif di Eropa. Dalam kasus sepak bola Spanyol, konten bajakan telah menimbulkan kerugian besar.

Penipuan audiovisual yang terjadi di Spanyol mencapai nilai kerugian spesifik antara €600 juta hingga €700 juta (sekitar Rp10 triliun hingga Rp11,7 triliun)

Sepak bola Spanyol merupakan sebuah industri yang mempekerjakan lebih dari 190.000 orang dan menyumbang sekitar €8.400 juta (sekitar Rp140,7 triliun) bagi ekonomi Spanyol, setara dengan 1,44% dari PDB Spanyol.

Baca Juga: LALIGA+ Sajikan Konten Otomotif Kejuaraan Dunia Formula E Demi Memperluas Jangkauan Pelanggannya

Laporan terbaru yang diterbitkan oleh Kantor Kekayaan Intelektual Uni Eropa (EUIPO), menjelaskan bahwa pembajakan acara olahraga di Eropa meningkat sebesar 36,5% antara tahun 2021 dan 2023.

Dalam kasus Spanyol, akses rata-rata per pengguna ke konten olahraga bajakan per bulan tetap sekitar 25% di atas rata-rata Uni Eropa.

Spanyol menempati peringkat sebagai salah satu negara dengan tingkat pembajakan olahraga tertinggi di Eropa, dengan satu dari tiga orang Spanyol mengonsumsi konten bajakan, menurut perkiraan dari lembaga konsultan khusus YouGov pada Mei 2024.

Baca Juga: Mengenal Flag Football dan Ambisi Indonesia Menembus Olimpiade Los Angeles 2028

Sedangkan sebanyak 59% orang Spanyol secara khusus mengonsumsi konten bajakan setidaknya sebulan sekali, menurut data Ampere dari kuartal keempat tahun 2023.

Khususnya, menurut laporan Grant Thornton, hingga 5,3 juta streaming bajakan langsung dilaporkan di Eropa pada paruh pertama tahun 2024.

Javier Tebas, Presiden LALIGA, mengatakan, “Pembajakan adalah momok yang tidak diambil tindakan yang relevan."

Baca Juga: Sejarah Baru F1: Tayangan Langsung Grand Prix Miami Menarik Jutaan Penonton Televisi Amerika Serikat

"Dan, meskipun kerja keras telah dilakukan oleh liga dan penyiar, masih ada banyak perlindungan dari perusahaan besar seperti Google, X atau Cloudflare, yang mendapat untung darinya."

"Kita tidak dapat menutupi kenyataan bahwa masalah ini memengaruhi kita dan berdampak pada ratusan ribu orang, jadi kita harus menghadapinya dan melawannya,” katanya.

Halaman:

Editor: Andi Wahyudi

Sumber: LALIGA

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jude Bellingham Beralih ke Kriket

Rabu, 22 April 2026 | 10:20 WIB

Jelang Piala Dunia 2026, David Beckham Makin Cuan

Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:53 WIB

Liverpool Raih Pendapatan Lebih dari Rp15,8 Triliun

Sabtu, 28 Februari 2026 | 07:24 WIB

Ronaldo Menjadi Pemilik Bisnis seperti Beckham

Jumat, 27 Februari 2026 | 08:40 WIB
X