Nasib Berbeda Wakil Ganda Campuran Indonesia di Babak 16 Besar Thailand Masters 2026

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Kamis, 29 Januari 2026 | 22:29 WIB
gerakan reflek kompak antara Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah pada pertandingan perempat final Hong Kong Open 2025, 27 September 2025, 1981.  (PBSO)
gerakan reflek kompak antara Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah pada pertandingan perempat final Hong Kong Open 2025, 27 September 2025, 1981. (PBSO)

SportlinkNews - Nasib berbeda dialami tiga wakil Indonesia pada babak 16 besar Thailand Masters 2026. Dua pasangan berhasil melangkah ke babak berikutnya, sementara sisa harus mengakhiri perjuangan lebih cepat.

Duet gado-gado Singapura–Indonesia, Hee Yong Kai Terry/Gloria Emanuelle Widjaja, gagal melanjutkan langkah.

Sebaliknya, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil tampil solid untuk mencatatkan hasil positif dan mengamankan tiket ke fase selanjutnya.

Baca Juga: Liga Champions: Gol Sensasional Trubin Lengkapi Penderitaan Real Madrid

Terry/Gloria tersingkir lebih awal setelah ditundukkan pasangan Adnan/Indah dengan skor 17-21, 19-21. Adnan memanfaatkan chemistry yang belum terbangun antara Terry/Gloria dengan cerdik. 

"Permainan menyerang yang konsisten menjadi kunci kemenangan kami. Karena mereka pasangan baru, kami masih coba membaca pola mainnya. Alhamdulillah bisa menang tanpa cedera," kata Indah.

Sementara itu, hasil positif lainnya diraih oleh unggulan keempat, Amri/Nita. Mereka berhasil melewati ujian tiga gim saat menghadapi pasangan China, Zhu Yi Jun/Li Qian, dengan skor 19-21, 21-9, 21-14.

Baca Juga: Terinspirasi Knicks dan Seattle, Nate Robinson Luncurkan EQLZ 247 NXT Terbaru

Sempat kehilangan gim pertama karena meladeni permainan cepat lawan, Amri/Nita tampil lebih tenang dan terkontrol pada dua gim berikutnya. Amri menyebut perubahan strategi menjadi kunci kebangkitan mereka.

"Di gim kedua dan ketiga kami lebih pegang kendali, atur bola dulu baru finishing. Kepercayaan diri kami juga kembali," kata Amri.

Nita menambahkan, kehadiran pemain kidal di kubu lawan sempat membuat mereka perlu penyesuaian. Namun, ia bersyukur kemenangan ini bisa menjadi momentum kebangkitan setelah beberapa hasil kurang maksimal di turnamen sebelumnya.

Baca Juga: McTominay Tak Terkejut Lihat Manchester United Bangkit Bersama Carrick

"Yi Jun pegangan raketnya pakai tangan kiri, tapi karena keseringan melawan pemain tangan kanan, kadang kami jadi lupa. Secara keunggulan lawan, pemain prianya punya variasi pukulan yang banyak dan powernya kencang," ungkapnya. 

Sementara untuk Li Qian, menurutnya, permainan depannya cepat dan ada pengembalian bola lawan yang tidak terduga.

"Pertandingan belakangan ini hasilnya kurang maksimal, tidak sesuai dengan apa yang kami harapkan," tukas Nita

Baca Juga: CAF Jatuhkan Sanksi Berat Usai Ricuh Final Piala Afrika 2025

"Berangkat ke pertandingan ini kami mau coba untuk terus mendapatkan momentnya. Sekarang saya sendiri berusaha untuk terus menikmati mainnya di setiap match dan setiap poin yang didapat," tegasnya kemudian. 

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X