Dua Ganda Putra Indonesia Melaju ke Babak Kedua Japan Open 2026

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Rabu, 15 Juli 2026 | 21:55 WIB
Unggulan kedua Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri terus melangkah ke babak kedua usai petik kemenangan di pertandingan awal Japan Open 2026 di Tokyo Gymnasium, Rabu, 15 Juli 2026.
Unggulan kedua Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri terus melangkah ke babak kedua usai petik kemenangan di pertandingan awal Japan Open 2026 di Tokyo Gymnasium, Rabu, 15 Juli 2026.

SportlinkNews - Dua dari tiga wakil ganda putra Indonesia sukses mengamankan tiket babak kedua Japan Open 2026 setelah meraih kemenangan pada laga pembuka yang berlangsung di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Rabu, 15 Juli. 

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani melangkah mulus, sementara Raymond Indra/Nikolaus Joaquin harus mengakhiri perjuangan lebih awal.

Unggulan kedua Fajar/Fikri membuka langkah dengan menundukkan pasangan Prancis, Christo Popov/Toma Junior Popov, dua gim langsung 21-19, 21-13.

Baca Juga: Persija Gelar Latihan Perdana, Shin Tae-yong Fokus Adaptasi dan Fisik Pemain

Sempat tampil kurang meyakinkan pada awal gim pertama, mereka mampu bangkit usai jeda interval dan mengambil alih kendali pertandingan.

"Alhamdulillah bersyukur diberi kelancaran permainan hari ini dan bisa meraih kemenangan," ujar Fajar.

"Di awal gim pertama saya kurang yakin dan banyak melakukan kesalahan sendiri. Setelah interval kami terus berkomunikasi, tidak mau kalah, dan akhirnya bisa mengambil alih permainan," lanjutnya.

Baca Juga: Semen Padang Resmi Rekrut Stefano Lilipaly, Bidik Gelar Juara dan Kembali ke Super League

Ia juga mengaku sempat mendapat protes dari lawan terkait servis mereka. Namun, dirinya memilih tetap fokus karena wasit dan hakim servis tidak menganggap ada pelanggaran.

"Kami tidak mau konsentrasi pecah. Selama umpire dan hakim servis tidak melihat ada kesalahan, kami tetap fokus dengan permainan kami," tuturnya.

Fikri menambahkan, perubahan strategi menjadi kunci kemenangan setelah mereka membaca pola permainan lawan yang tiba-tiba lebih agresif di depan net.

Baca Juga: Kunci Tiket Final, Mikel Oyarzabal Ungkap Rahasia Spanyol Jinakkan Lini Serang Prancis

"Kami mengubah pola permainan setelah interval gim pertama. Mereka berubah lebih cepat bermain di depan sehingga sempat membuat kami kaget, tapi akhirnya bisa kami antisipasi sambil beradaptasi dengan shuttlecock yang berbeda dari saat latihan," katanya.

Meski menang, Fikri menilai performa mereka masih belum maksimal dan berharap bisa tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya.

Sementara itu, Sabar/Reza juga memastikan tempat di babak kedua setelah melewati pertarungan tiga gim melawan pasangan Taiwan, Chiu Hsiang Chieh/Wang Chi-Lin, dengan skor 21-18, 17-21, 21-16.

Baca Juga: Halftime Show Bisa Bikin Jeda Babak Pertama Final Piala Dunia 2026 Lebih Lama

Kemenangan tersebut terasa spesial karena Reza tampil dalam kondisi belum sepenuhnya pulih akibat cedera punggung yang kembali kambuh.

"Bersyukur bisa menang hari ini. Kondisi saya memang tidak prima karena cedera punggung kambuh lagi," ungkapnya.

"Saya sempat tidak latihan selama satu minggu di Jakarta dan di sini hanya latihan ringan. Tapi sayang kalau harus mundur karena semuanya sudah dipersiapkan."

Baca Juga: Penalti Spanyol ke Gawang Prancis Sah dan Tidak Melanggar Aturan

Ia mengaku akan melihat perkembangan kondisinya sebelum menjalani laga berikutnya karena belum bisa bermain dengan kapasitas penuh.

Sabar memberikan apresiasi atas perjuangan rekannya yang tetap memaksakan tampil meski dibekap cedera. Ia pun berusaha menyesuaikan pola permainan agar tidak terlalu membebani Reza.

"Saya fokus bagaimana mendapatkan poin dan membuat pengembalian lawan tidak menyulitkan Reza, baik saat di depan maupun di belakang. Strategi itu berjalan cukup baik terutama di gim pertama dan gim ketiga," tutur Sabar.

Baca Juga: Slaven Bilic Kembali Latih Kroasia, Luka Modric Mungkin Batal Pensiun

Di sisi lain, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin gagal mengikuti jejak dua seniornya setelah kalah dari pasangan tuan rumah Haruki Kawabe/Kenta Matsukawa dengan skor 16-21, 23-21, 10-21.

Raymond mengaku penampilan mereka jauh dari harapan karena kesulitan mengimbangi kecepatan permainan lawan sejak awal pertandingan.

"Permainan hari ini kami tidak puas. Dari gim pertama sampai ketiga permainan tidak keluar sama sekali. Banyak ragu-ragu dan kalah cepat dari mereka," ucapnya.

Baca Juga: Leandro Trossard Tiba di Istanbul Siap Bergabung dengan Besiktas

Nikolaus juga menilai mereka tidak mampu menemukan ritme permainan, meski sempat bangkit dan memenangi gim kedua.

"Kami sudah tahu gaya main mereka yang cepat dan bertenaga. Masuk gim ketiga memang kami sedang tidak enak mainnya. Kami sudah mencoba segala cara, tetapi harus mengakui mereka lebih baik hari ini," tambahnya.

Kekalahan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Raymond/Nikolaus menjelang China Open pekan depan, sementara Fajar/Fikri dan Sabar/Reza menjaga asa Indonesia di sektor ganda putra pada turnamen BWF Super 750 ini.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X