SportlinkNews - Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) resmi mengumumkan perubahan kalender BWF World Tour untuk periode 2027-2030.
Dalam struktur terbaru yang dirilis awal pekan ini, jumlah turnamen elite level Super 1000 bertambah menjadi lima seri.
Sebelumnya, dari 2017 hingga 2026, turnamen BWF Super 1000 hanya ada empat seri. Perubahan ada pada status Denmark Open, yang tahun depan akan naik level.
Baca Juga: Persib Bandung Remuk di Kandang Ratchaburi FC
Mulai 2027, turnamen yang digelar di Odense itu naik kasta dari Super 750 menjadi Super 1000. Artinya, Denmark Open kini berada di barisan teratas bersama Malaysia Open, All England, Indonesia Open, dan China Open.
Super 1000 merupakan level tertinggi dalam rangkaian tur reguler, satu tingkat di bawah BWF World Tour Finals yang menjadi puncak musim.
Bertambahnya satu seri di kasta ini memicu efek domino di level lain.
Baca Juga: WorldSBK 2026: Wajah Baru di Tim Yamaha Bidik Banyak Kemenangan di Balap Superbike
Hong Kong Open yang sebelumnya berlabel Super 500 dipromosikan ke Super 750 untuk mengisi slot Denmark. Sebaliknya, Singapore Open harus turun dari Super 750 menjadi Super 500.
Kendati mengalami penurunan level, Asosiasi Bulu Tangkis Singapura (SBA) tetap optimistis. Kepala Eksekutif SBA, Woo Kaiwei, menegaskan bahwa Singapore Open tidak akan kehilangan daya saing maupun magnetnya di mata pemain dunia.
Menurut Woo, ketika masih berstatus Super 500, turnamen tersebut mampu melahirkan juara-juara besar seperti Kento Momota dan PV Sindhu.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-17 Kembali Ditekuk China
Ia menilai kembalinya format Super 500 justru membuka ruang lebih luas melalui babak kualifikasi, sehingga memberi kesempatan bagi pemain muda serta atlet di luar 32 besar dunia untuk tampil.
"Kami tetap berkomitmen menjadikan Singapore Open sebagai ajang kelas dunia yang menarik pemain top dan memberikan pengalaman terbaik bagi atlet serta penggemar," ujar Woo.
Ia juga menyebut perubahan ini bisa menjadi peluang bagi pemain tuan rumah yang berada di peringkat 50-80 dunia untuk tampil di hadapan publik sendiri.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan Super League 2025/26 Pekan ke-21, Persija Mencari Kemenangan di Kandang Bali United FC
Secara keseluruhan, BWF menetapkan 36 turnamen dalam siklus empat tahun ke depan.
Struktur baru itu terdiri dari enam level, yakni BWF World Tour Finals, lima Super 1000, lima Super 750, sembilan Super 500, delapan Super 300, dan delapan Super 100.
Indonesia tetap menjadi salah satu poros penting dalam kalender tersebut. Merah Putih akan menjadi tuan rumah untuk turnamen level Super 1000, Super 500, dan Super 100.
Baca Juga: Kebijakan Transfer AC Milan Sungguh Gemilang
Tak hanya perubahan komposisi level, BWF juga menghadirkan pembaruan dari sisi format dan komersial. Super 1000 akan diperluas menjadi 11 hari pertandingan, sementara Super 750 hingga Super 100 tetap berlangsung enam hari.
Dari sisi hadiah, peningkatan signifikan juga dilakukan.
Super 1000 kini menyediakan total hadiah 2 juta dolar AS, Super 750 sebesar 1,1 juta dolar AS, Super 500 sebesar 560 ribu dolar AS, Super 300 sebesar 290 ribu dolar AS, dan Super 100 sebesar 140 ribu dolar AS.
Baca Juga: Manchester City Harus Konsisten, Guardiola Abaikan Persaingan Poin Klasemen
Eksposur global pun diperkuat dengan jumlah pertandingan yang disiarkan televisi meningkat hingga dua kali lipat.
BWF juga menyiapkan sentuhan baru, mulai dari penggunaan papan LED A-board, peningkatan fasilitas pemain, kemasan pertandingan yang lebih modern, konsep aktivasi bergaya festival, hingga peluncuran platform OTT khusus.
Artikel Terkait
Update Ranking BWF Akhir Tahun, Indonesia Punya Enam Wakil di 10 Besar Dunia
BWF Kembali Uji Coba Aturan Time Clock 25 Detik di Indonesia Masters 2026
Indonesia Kembalikan Hak Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Junior 2026 ke BWF
Satu Langkah Menuju Gelar, Alwi Farhan Tembus Final BWF Super 500 Pertama
Ubed Geser Alwi Jadi Juara Termuda BWF World Tour