SportlinkNews - Indonesia berhasil menempatkan wakil di babak final tunggal putra Polytron Indonesia Open 2026, setelah Jonatan Christie memetik kemenangan 16-21, 21-10, 21-12 atas tunggal muda Thailand, Panitchaphon Teeraratsakul.
Ia pun selangkah lagi meraih gelar perdana Indonesia Open di rumah sendiri.
Bermain di hadapan publik Istora selalu menghadirkan tekanan tersendiri.
Apalagi Jonatan sudah pernah merasakan manisnya gelar besar di venue yang sama melalui Asian Games dan Indonesia Masters. Kini, trofi Indonesia Open berada tepat di depan mata.
Baca Juga: Kalahkan Oman, Peringkat FIFA Timnas Indonesia Naik, Masuk Tiga Besar Asia Tenggara
Namun, alih-alih terbebani ekspektasi, Jonatan memilih menikmati kesempatan langka tersebut.
"Saya lebih mau menikmati permainan untuk besok. Memang pasti ada ekspektasi dan harapan dari masyarakat Indonesia, pecinta bulutangkis, bahkan dari diri saya sendiri untuk meraih gelar juara," tuturnya usai pertandingan.
Ia mengingatkan bahwa sejak awal turnamen, Indonesia Open memang menjadi salah satu target utama yang dibidiknya musim ini.
Baca Juga: Menang Telak atas Oman, John Herdman Akui Timnas Indonesia Masih Harus Terus Diperbaiki
"Itu juga yang saya sampaikan di konferensi pers pertama. Indonesia Open adalah salah satu target besar saya dan tim. Jadi saya ingin menikmati momen tersebut dan berusaha semaksimal mungkin," katanya.
Pemain senior
Jonatan juga mengakui banyak hal berubah sejak dirinya tak lagi berstatus pemain muda. Salah satu perbedaan terbesar yang dirasakannya adalah proses pemulihan fisik setelah bertanding.
Menurutnya, menjaga kondisi tubuh kini membutuhkan perhatian lebih dibanding saat masih berada di awal karier.
Baca Juga: Cetak Sejarah, Mathew Baker Jalani Debut Timnas Indonesia sebagai Pemain Termuda
"Kalau dulu mungkin satu hari istirahat, tidur, besoknya sudah bisa gas lagi. Sekarang harus benar-benar banyak 'ritual'-nya," ujar Jonatan sambil tersenyum.
Ia menyebut berbagai metode pemulihan seperti ice bath, recovery pump, hingga pijat menjadi bagian penting dari rutinitasnya agar tetap tampil prima.
"Harus ice bath, recovery pump, massage, dan banyak hal lain supaya badan bisa kembali segar untuk pertandingan berikutnya. Itu yang paling jelas saya rasakan sekarang," katanya.
Baca Juga: Profil Singkat Andoni Iraola: Dari Usurbil ke Anfield Membawa Harapan Tinggi The Reds
Pada partai final yang akan berlangsung Minggu, 7Juni 2026 di tempat yang sama, Jonatan akan menghadapi pemain muda lainnya asal Canada, Victor Lai.
Sang lawan pun berharap dirinya ingin bertemu dengan Jonatan karena ingin merasakan bagaimana rasanya bermain melawan andalan tuan rumah.
"Saya mungkin akan memilih bertemu Jojo di final, hanya untuk bisa merasakan bagaimana bermain melawan andalan tuan rumah. Tapi, siapapun itu lawannya saya tentu harus siap," tukasnya.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
Fajar Sebut Kekalahan di Indonesia Open 2026 sebagai Penampilan Terburuk Bersama Fikri.
Gagal di Indonesia Open, Apriyani/Lanny Pilih Benahi Permainan Ketimbang Kejar Poin Olimpiade
Indonesia Open 2026: Revans atas Ganda Korea, Jafar/Felisha Bangun Lagi Kepercayaan Diri di Istora.
Indonesia Open 2026: Tujuh Wakil Indonesia Berjuang di Perempat Final, Tiket Final Ganda Putra di Depan Mata
Jojo Akhirnya Tembus Final Indonesia Open, Gelar Perdana Kian Dekat