Menurut Herry, Man ingin belajar langsung tentang bagaimana cara membaca permainan, menganalisis strategi lawan, serta memahami dinamika pertandingan dari perspektif pelatih.
Baca Juga: Membuka Pikiran: Psikologi Atlet Olimpiade yang Menarik, Ritual Penggemar
“Saya bilang, silakan. Ayo duduk bersama,” tambah Herry.
Bagi Herry, momen ini bukan sekadar bentuk apresiasi terhadap rasa ingin tahu anak didiknya, melainkan bagian dari visi pembinaan yang lebih besar.
Ia ingin para pemainnya tidak hanya unggul secara teknis dan fisik, tetapi juga memiliki ketajaman analisis dalam membaca permainan.
Baca Juga: PSG Dominasi XI Skuat Terbaik Liga Champions, Barcelona Cuma 2 Pemain
“Dia bisa belajar banyak hal,” tutur pelatih yang dikenal dengan julukan Naga Api itu.
“Melihat bagaimana taktik dikeluarkan, strategi berubah sesuai situasi—itu penting.”
Langkah Herry ini mencerminkan filosofi kepelatihannya yang tidak hanya fokus pada hasil pertandingan, tetapi juga pengembangan karakter dan pemahaman strategi pada pemain muda.
Baca Juga: Tidak Ada Apa-apa Selain Jaring? Science Basket Punya Lebih Banyak Jawaban
Dengan cara ini, Herry berharap para atlet tidak hanya menjadi pemain hebat, namun juga sosok yang cakap dalam aspek taktik dan strategi, baik sebagai pemain maupun calon pelatih masa depan.