"Tadi kami kurang fokus sedikit lagi di gim kedua dan juga kurang tahan," katanya.
Febriana menambahkan, pada gim kedua mereka mencoba mengubah pola permainan untuk menekan lawan. Dengan kondisi menang angin, mereka berupaya menyiapkan bola-bola tanpa lob agar bisa lebih mudah membuka peluang serangan.
"Di gim kedua kami ada mengubah pola permainan. Kami lebih menyiapkan bola-bola no lob dengan kondisi yang menang angin, jadi bagaimana caranya kami mencari bola untuk menyerang," imbuhnya.
Baca Juga: Hasil Lengkap Babak 16 Besar Liga Champions Leg 1 Hari Kedua
Ia menilai pertandingan melawan pasangan papan atas dunia tersebut menjadi pengalaman penting bagi mereka untuk terus berkembang.
"Ini jadi pengalaman berharga buat kami. Kami mencoba untuk berani melawan dulu. Yang terpenting kami menyiapkan dulu mau bermain seperti apa. Tadi mainnya sudah berani dan polanya sudah berjalan, namun ada kesalahan-kesalahan pengembalian," ujar Febriana.
Sementara itu, pasangan Indonesia lainnya, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, juga harus angkat koper setelah dikalahkan unggulan ketiga asal Jepang, Rin Iwanaga/Kie Nakanishi.
Baca Juga: HUT ke-74 NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari: Olahraga Harus Menjadi Cahaya di Ujung Kegelapan
Dalam pertandingan yang berlangsung ketat, Amallia/Fadia takluk dengan skor 19-21, 21-13, 14-21. Mereka menilai, komunikasi di lapangan yang harus ditingkatkan lagi.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)