bulutangkis

Peran Baru Ginting, Siap Jadi Kartu Truf Tim Thomas Indonesia

Jumat, 24 April 2026 | 23:11 WIB
Anthony Sinisuka Ginting mengangkat trofi Piala Thomas 2020 lalu. Dia berperan penting bagi Indonesia dalam merebut gelar ke-14 turnamen ini. (Badminton Photo)

SportlinkNews - Anthony Sinisuka Ginting memasuki babak baru dalam kariernya bersama tim bulu tangkis Indonesia.

Setelah sempat absen karena cedera bahu dan punggung, ia kini kembali dengan kondisi prima, namun dalam peran yang berbeda di skuad Piala Thomas 2026.

Jika sebelumnya identik sebagai tunggal utama, kini Anthony Sinisuka Ginting berada di posisi pelapis di bawah Jonatan Christie, Alwi Farhan, dan bahkan pemain muda Moh. Zaki Ubaidillah.

Baca Juga: Tiga Diaspora Masuk, Timnas U-17 Coret Enam Pemain Jelang Piala Asia

Situasi ini membuat peluang tampilnya di lapangan menjadi lebih situasional, tergantung kebutuhan tim.

Meski demikian, Ginting tak melihat hal itu sebagai penurunan peran, melainkan tantangan baru. Ia memastikan kondisinya sudah siap sepenuhnya untuk kembali bertanding.

"Kondisi saya sekarang sangat bagus. Tidak ada cedera sama sekali. Untuk Piala Thomas, saya merasa sangat siap," katanya.

Baca Juga: Hasil Super League: Arema FC Tahan Persib, Lucas Frigeri Bikin Frustasi Maung Bandung

Dengan minimnya jam terbang musim ini, pengalaman menjadi nilai jual utama Ginting. Ia diproyeksikan sebagai "kartu truf" yang bisa diturunkan dalam situasi genting, terutama di fase gugur.

Menurutnya, peran tersebut menuntut kesiapan mental lebih dari sekadar kemampuan teknis.

"Persiapannya lebih ke mental. Di lapangan sebenarnya sama saja, tapi cara berpikir kita yang berbeda. Saya berusaha tetap tenang dan tidak overthinking," ucap Ginting.

Baca Juga: Jelang Grand Prix Spanyol Alex Rins Benarkan Dirinya akan Dilepas Yamaha Akhir Musim 2026

Ginting juga menyadari bahwa pertandingan beregu menyimpan banyak variabel tak terduga, mulai dari performa rekan setim hingga strategi lawan.

Ia mencontohkan potensi kejutan dari tim seperti Tim Bulu Tangkis Prancis yang bisa mengubah susunan pemain secara fleksibel.

Karena itu, ia memilih menyiapkan diri untuk segala kemungkinan, termasuk skenario terburuk di lapangan.

Baca Juga: Adidas dan Tim Formula 1 Audi Luncurkan Koleksi Spesial untuk Grand Prix Miami

"Kita harus siap dengan kondisi apa pun, bahkan jika tertinggal lebih dulu. Jangan sampai kaget saat pertandingan berlangsung," tukasnya.

Di luar lapangan, Ginting juga memegang peran penting sebagai senior di dalam tim. Bersama Jonatan Christie dan Fajar Alfian, ia aktif membimbing para pemain muda seperti Alwi Farhan, Raymond Indra, dan Nikolaus Joaquin.

Menurutnya, energi besar pemain muda harus diimbangi dengan kontrol emosi agar tidak berdampak negatif saat bertanding.

Baca Juga: Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026 Dimulai di Jerez, Indonesia Diwakilkan Pembalap Kiandra Ramadipa

"Pemain muda biasanya sangat bersemangat. Tugas kami adalah menjaga mereka tetap tenang dan tidak berlebihan," ujarnya. 

Tags

Terkini