SportlinkNews - Euforia keberhasilan meraih gelar di Japan Open 2026 diminta tidak berlarut-larut.
Pelatih ganda putra Pelatnas PBSI Antonius Budi Ariantho menegaskan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri harus segera mengalihkan perhatian ke China Open 2026 yang bergulir di Changzhou, China, 21-26 Juli.
Pasalnya, turnamen BWF World Tour Super 1000 itu menghadirkan tingkat persaingan yang lebih ketat dibanding Japan Open (BFW Super 750).
Baca Juga: Mariano Peralta Berpeluang Jalani Debut bersama Persib di Piala Presiden 2026
Meski baru saja meraih gelar juara, Antonius menilai anak asuhnya tidak boleh kehilangan fokus jika ingin menjaga tren positif dan kembali bersaing hingga partai puncak.
"Masih ada China Open setelah ini. Saya berharap mereka tetap fokus dan tidak kehilangan konsentrasi. Walaupun lawannya tidak jauh berbeda, level turnamennya lebih tinggi," kata Antonius dalam keterangan resmi PBSI, Senin, 20 Juli.
"Semoga gelar di Japan Open membuat mereka semakin percaya diri," tambahnya.
Baca Juga: Soroti Intensitas Latihan Persija, Denis Kolinger Puji Profesionalisme Shin Tae-yong
Kepercayaan diri Fajar/Fikri memang sedang meningkat setelah sukses mengakhiri puasa gelar hampir satu tahun.
Pasangan yang dipasangkan sejak awal musim ini akhirnya naik podium tertinggi di Japan Open 2026, sekaligus merebut trofi perdana mereka pada musim ini setelah beberapa kali harus puas finis sebagai runner-up.
Meski demikian, Antonius menilai keberhasilan di Tokyo baru menjadi pijakan awal.
Baca Juga: Persiapan Lebih Matang, Persija Tunda Keberangkatan Pramusim ke Thailand
Menurutnya, tantangan sesungguhnya adalah menjaga konsistensi permainan di turnamen-turnamen besar berikutnya, termasuk China Open yang menjadi salah satu ajang paling bergengsi dalam kalender BWF.
Di Changzhou, Fajar/Fikri yang menempati unggulan kedua akan mengawali perjalanan menghadapi pasangan tuan rumah Huang Di/Liu Yang.
Apabila lolos, mereka berpeluang bertemu pemenang duel Takumi Nomura/Yuichi Shimogami asal Jepang melawan Chen Zhi Yi/Presley Smith dari Amerika Serikat.
Baca Juga: Luis de la Fuente Tagih Janji Tato Wajah kepada Marc Cucurella
Antonius menilai seluruh calon lawan layak diwaspadai. Ia secara khusus menyoroti perkembangan Chen/Smith yang tampil mengejutkan dalam beberapa turnamen terakhir.
Pada Japan Open pekan lalu, pasangan Amerika Serikat itu mampu menembus perempat final setelah menyingkirkan Junaidi Arif/Roy King Yap dari Malaysia serta Daniel Lundgaard/Mads Vestergaard dari Denmark.
Karena itu, Antonius meminta Fajar/Fikri membawa hasil evaluasi dari Japan Open sebagai bekal menghadapi persaingan di Changzhou.
Baca Juga: Spanyol Juara dan Sabet Gelar Pemain Terbaik Piala Dunia 2026, Rodri: Naskah Sempurna
Antonius pun berharap evaluasi dari Japan Open menjadi modal untuk menghadapi turnamen ini.
"Jika mampu mengurangi unforced error, Fajar/Fikri diyakini akan lebih leluasa mengontrol permainan depan sehingga lawan sulit mengambil alih kendali pertandingan," ujarnya.
Secara keseluruhan, Indonesia mengirimkan 12 wakil ke China Open 2026.