Setelah pertandingan, pelatih Ko Hee-jin tak bisa menyembunyikan emosinya.
"Saya meneteskan air mata melihat semangat juang para pemain."
Baca Juga: Real Madrid Kembali Bersanding dengan Barcelona, Ancelotti: Pacuan Juara Milik 3 Tim
"Pertandingan ini membuktikan bahwa bola voli wanita Korea masih memiliki semangat juang yang luar biasa," ungkapnya.
Kemenangan ini membawa Red Sparks ke babak final untuk menghadapi Incheon Heungkuk Life Pink Spiders, yang diperkuat Kim Yeon-koung.
Banyak penggemar yang menantikan pertandingan ini, terutama karena bisa menjadi laga terakhir bagi Kim Yeon-koung sebelum pensiun.
Baca Juga: Kylian Mbappe Salfok Lihat Patung Lilin Dirinya Terlalu Tampan
Namun, Red Sparks siap memberikan perlawanan. Yeum Hye-seon bahkan menegaskan tekadnya untuk mengganggu momen perpisahan Kim Yeon-koung.
"Saya benar-benar ingin mengangkat trofi juara. Dalam drama, selalu ada penjahat yang kejam. Saya akan menjadi penjahat itu," ucap Yeum.
Megawati Hangestri juga menambahkan bahwa ia ingin mengakhiri musim ini dengan bahagia.
Baca Juga: Bagaimana Pemikiran Cepat Tudor Menginspirasi Kemenangan Juventus
"Saya suka drama Korea dengan akhir bahagia. Saya ingin menyelesaikan musim ini dengan cerita yang sama," katanya.
Final Liga Voli Korea akan berlangsung mulai 31 Maret hingga 8 April 2025 dengan format best-of-five.
Tim yang lebih dulu meraih tiga kemenangan akan menjadi juara.
Akankah Red Sparks mampu mengukir sejarah dengan merebut gelar juara setelah 13 tahun? Semua mata akan tertuju pada laga puncak ini!
Artikel Terkait
Juventus 1-0 Genoa: Kenan Yildiz Memberi Tudor Debut yang Sempurna
Hansi Flick Beri Petunjuk Soal Pertanyaan tentang Istirahatkan Lamine Yamal
Ratusan Ribu Orang Berjejer di Jalan Sambut Pesta Juara Newcastle
Venezia 0-1 Bologna: Bek Timnas Indonesia Jay Idzes Ukir Rating Terbaik
Cek Fakta! Timnas Indonesia Lolos Langsung Ke Piala Dunia, Australia Pakai Pemain Ilegal