Di Balik Medali SEA Games 2025, Olahraga Berkuda Indonesia Habiskan Puluhan Miliar

Muhammad Zaki Fajrul Haq, Sportlink News
- Minggu, 21 Desember 2025 | 18:30 WIB
Olahraga berkuda menjadi cabor termahal di SEA Games 2025. Indonesia raih dua emas di tengah biaya kuda dan transportasi yang fantastis. (NOC INDONESIA/Tetuko Mediantoro)
Olahraga berkuda menjadi cabor termahal di SEA Games 2025. Indonesia raih dua emas di tengah biaya kuda dan transportasi yang fantastis. (NOC INDONESIA/Tetuko Mediantoro)

Olahraga berkuda dikenal membutuhkan anggaran hingga puluhan miliar rupiah, terutama untuk pembelian kuda dan biaya transportasi lintas negara.

Baca Juga: Sabar/Reza Jadi Wakil Indonesia dengan Hadiah Terbesar di BWF World Tour Finals 2025

Ketua Harian Pengurus Besar Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PB Pordasi), Mochammad Chaidir Saddak, mengungkapkan bahwa tim Indonesia membawa 12 ekor kuda untuk berlaga di SEA Games 2025.

Menurutnya, harga kuda yang digunakan untuk equestrian sangat tinggi karena harus memenuhi standar internasional.

“Harga kudanya bisa buat membeli 12 mobil Alphard,” ujar Saddak, dilansir dari Kompas.id.

Baca Juga: Kalah Telak dari Dewa United, Milomir Seslija akan Evaluasi Total Skuat Persis Solo

Ia menambahkan bahwa harga satu ekor kuda berkisar antara Rp1,5 miliar hingga Rp2 miliar.

Tim berkuda Indonesia sabet dua emas SEA Games 2025. Di balik prestasi, biaya kuda dan persiapan di Eropa mencapai puluhan miliar. (NOC INDONESIA/Tetuko Mediantoro)

Kuda-kuda tersebut didatangkan langsung dari negara-negara Eropa seperti Jerman dan Belanda.

Tak hanya harga kuda, biaya transportasi juga menjadi tantangan tersendiri.

Baca Juga: Paul Munster Tidak Terpengaruh dengan Kekalahan Persib: Ini Pertandingan yang Berbeda

“Sementara biaya transportasi membawa kuda dari Eropa untuk satu kuda bisa seharga satu mobil Alphard,” lanjut Saddak.

Angka tersebut belum termasuk biaya pemusatan latihan dan persiapan yang dilakukan di Eropa.

“Kami memang mempersiapkan diri di Eropa karena di sana frekuensi pertandingannya lebih banyak,” kata Saddak.

Baca Juga: Persib Tidak Mau Gegabah Menghadapi Bhayangkara Presisi di Laga Pekan ke-15 Super League

Halaman:

Editor: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Sumber: kompas.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X