"Namun, dengan ketidakhadirannya, kesenjangan yang muncul sangat besar," ujar Kang dikutip dari The Spike.
Baca Juga: Dedi Kusnandar Mulai Berlatih di GBLA Usai Tiga Bulan Jalani Pemulihan Cedera
Tak hanya itu, performa Go Ye-rim, pemain outside hitter, juga belum optimal.
Saat kembali bermain setelah cedera, Ye-rim justru kesulitan menemukan ritme permainan terbaiknya, sehingga berimbas pada kestabilan tim.
Hyundai E&C dikenal memiliki serangan cepat di lini tengah, yang menjadi senjata utama mereka.
Baca Juga: Demi Timnas Indonesia, MRT Jakarta Siapkan Garuda Special Lane bagi Suporter yang Menuju GBK
Namun, penerimaan bola yang kurang stabil dari Jeong Ji-yun dan Go Ye-rim membuat strategi ini sulit diterapkan secara efektif.
Selain itu, Yang Hyo-jin, pemain middle blocker yang telah berkarier selama 18 tahun, juga mengalami penurunan performa akibat cedera ringan yang berulang.
Hal ini berdampak pada jumlah poin yang bisa ia sumbangkan untuk tim.
Baca Juga: Head to Head Indonesia vs Bahrain: Adu Cerdas Patrick Kluivert vs Dragan Talajic
"Penurunan jumlah poin dari lini tengah tidak lepas dari buruknya penerimaan bola."
"Selain itu, Hyo-jin juga kesulitan tampil maksimal karena cedera yang ia alami sepanjang musim," tambah Kang.
Meskipun Hyundai E&C tidak diunggulkan dalam playoff kali ini, pelatih Kang tetap optimistis bahwa timnya memiliki kekuatan yang cukup untuk bersaing dengan Incheon Heungkuk Life Pink Spiders dan Daejeon JungKwanJang Red Sparks.
Baca Juga: Jelang Duel Indonesia vs Bahrain, Calvin Verdonk: Kami Harus Lebih Baik dalam Set Piece
"Hasil pertandingan sangat bergantung pada atmosfer di lapangan. Saya yakin kekuatan tim kami cukup untuk menang," tegas Kang.