Orang pintar tersebut bahkan meramalkan bahwa nama barunya akan sering disebut banyak orang, dan Jung merasa ramalan itu benar-benar terjadi.
Baca Juga: Timnas Indonesia Bisa Salip Arab Saudi di Klasemen Kualifikasi Piala Dunia 2026, Ini Syaratnya
Eks pelatih GS Caltex, Cha Sang-hyun, yang juga pembawa acara di program tersebut, menghubungkan prediksi itu dengan kebiasaan pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin, yang sering memanggil nama Jung di setiap pertandingan.
"Itu sebabnya setiap kali time-out, Coach Ko selalu berteriak, ‘Ho-young!’" canda Cha.
Jung Ho-young tak hanya menghadapi masalah cedera, tetapi juga perubahan posisi yang mempengaruhi kariernya.
Baca Juga: Australia Dekati Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Timnas Indonesia, China Bisa Jadi Penentu
Saat masih SMA, ia mendapat kesempatan debut di tim nasional Korea Selatan dan diproyeksikan menjadi penerus Kim Yeon-koung sebagai outside hitter.
Namun, seiring berjalannya waktu, ia dinilai kurang lincah untuk bermain di posisi tersebut.
Akhirnya, Jung beralih menjadi middle blocker, yang kini menjadi perannya di Red Sparks.
Baca Juga: Begini Pembagian Hadiah Uang Piala Dunia Antarklub FIFA 2025, Setara dengan Juara Liga Champions
Meskipun menjadi salah satu pemain yang sering mendapat teguran dari pelatih Ko Hee-jin, Jung tetap bersyukur karena perhatian tersebut menunjukkan betapa penting dirinya bagi tim.
"Saya hampir tidak pernah mendapat pujian, selalu dimarahi. Saat itu terasa menyakitkan," ujarnya.
Namun, ia menyadari bahwa sang pelatih memiliki alasan kuat untuk bersikap demikian.
Baca Juga: Bahrain Siap Hadapi Tantangan Suporter Timnas Indonesia
Ko Hee-jin sendiri adalah mantan middle blocker, sehingga wajar jika ia ingin membimbing Jung secara lebih intens.