“Jika Mega (Megawati Hangestri Pertiwi) ingin tampil baik, maka Hye-seon harus ada di sana," ujarnya dalam wawancara dengan Sports Chosun.
Baca Juga: Urawa Reds Ajak Warga Saitama Waspada Bahaya Kebakaran
Megawati sendiri tampil impresif dengan persentase serangan lebih dari 45 persen.
Demi menjaga stamina para pemain, pelatih Ko Hee-jin bahkan menarik beberapa pemain starter di awal set kedua.
Momen krusial terjadi ketika Noh Ran mengalami nyeri punggung di tengah pertandingan.
Baca Juga: Marc Marquez Kuasai Sprint Race GP Amerika, Quartararo Bawa Yamaha Naik Peringkat
Awalnya, posisi libero digantikan oleh Choi Hyo-seo, tetapi ia mengalami tekanan mental yang besar, yang menyebabkan kesalahan saat menerima servis lawan.
Melihat situasi ini, pelatih Ko Hee-jin mengambil keputusan berani dengan menggunakan aturan "penunjukan ulang libero", yang jarang terjadi dalam kompetisi.
Ia menunjuk Park Hye-min sebagai libero baru, keputusan yang terbukti menjadi titik balik pertandingan.
Baca Juga: Jadi Libero Dadakan Si Cantik Park Hye min Malah Tampil Kesurupan
Menurut aturan Federasi Bola Voli Korea (KOVO), penunjukan ulang libero hanya dilakukan jika semua libero yang terdaftar tidak bisa melanjutkan pertandingan.
Namun, konsekuensinya, libero yang sudah diganti tidak bisa kembali bermain.
Park Hye-min tampil luar biasa, terutama di set ketiga dan keempat, dengan pertahanan yang solid.
Baca Juga: Ranieri: Roma Berusaha Membawa Saya ke Liang Lahat Lebih Awal
Pengalaman 8 tahun yang dimilikinya terbukti menjadi aset berharga bagi Red Sparks.